Ilustrasi (knightlovandah)
GriyaWisata.com - Untuk yang kelima kalinya Kabupaten Sleman akan mengelar event skala internasional dengan tajuk Java Summer Camp (JSC) pada 1 – 3 November 2013 (rencana semula 25 - 27 Oktober) di Boko Camping Ground Kompleks Kraton Ratu Boko Prambanan Sleman Yogyakarta. Penyelenggaraan JSC tahun ini merupakan kelanjutan rutin tahunan, menyusul setelah tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012 silam. Tema yang diangkat pada JSC kali ini adalah “Soul of Friendship”.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksanan Mega Nalasukma dari Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Kamis 22 Agustus 2013 di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.
Mega menuturkan bahwa penyelenggaraan event JSC 2013 merupakan kerjasama antara Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan didukung oleh Dinas Pariwisata Propinsi DIY dan PT Taman Wisata.
Event ini dimaksudkan untuk meningkatkan intensitas interaksi dan komunikasi budaya antar daerah maupun budaya asing di antara para peserta.
Java Summer Camp (JSC) merupakan ajang yang strategis untuk meningkatkan kohesivitas antar budaya untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan harmonis serta menciptakan perdamaian dunia. Sangatlah tepat event JSC diselenggarakan di DIY mengingat Yogyakarta kental dikenal sebagai kota budaya dengan wilayah yang penuh kedamaian sehingga menjadi pilihan masyarakat dari berbagai daerah maupun manca negara untuk belajar tentang budaya Jawa.
Diharapkan JSC merupakan wahana yang efektif dalam upaya merefleksikan komunikasi dan kerjasama positif antar pelajar, mahasiswa dan insan budaya dan pariwisata untuk mencapai tujuan mulia mengangkat martabat manusia sebagai insan yang cinta damai.
JSC terbuka untuk umum bagi WNI dan WNA dengan persyaratan antara lain usia 18 – 28 tahun, pendidikan minimal SMA sederajad, sehat jasmani rohani dan menguasai bahasa Inggris aktif maupun pasif. Target peserta terbatas untuk 250 orang berasal dari pelajar dan mahasiswa luar daerah, pelajar dan mahasiswa manca negara, pramuka dan organisasi pemuda, maupun utusan perusahaan/asosiasi.
Adapun fasilitas yang disediakan meliputi akomodasi tenda, konsumsi, T-Shirt, ID card, sertifikat, workshop, outbound, menyaksikan sendratari Ramayana, field trip ke obyek-obyek wisata di Sleman, perawatan medis, keamanan, dan asuransi.
Mega menambahkan bahwa sistem rekruitmen yang diterapkan pada tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan “first come, first served”. Kali ini dilakukan proses seleksi terlebih dahulu berdasarkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki peserta sebagaimana tertuang dalam biodata yang masuk ke pihak panitia. Proses seperti ini dilakukan untuk memilih calon peserta yang berkualitas yang dapat berkontribusi positif dalam kegiatan JSC 2013.
Proses rekrutmen peserta dibatasi hingga tanggal 30 September 2013 dengan syarat mengumpulkan isian berkas pendaftaran yang bisa didownload di wesbite www.tourismsleman.com, yang meliputi isian biodata, foto copi KTP/KITAS yang masih berlaku, foto copi ijazah SMA sederajad, foto warna ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar.
Apabila calon peserta dinyatakan dipilih yang dinyatakan dengan konfirmasi penerimaan atau letter of acceptance maka calon peserta baru dapat melakukan pembayaran. Calon peserta yang dinyatakan diterima membayar biaya penyelenggaraan sebesar Rp. 250.000,- per peserta.
Informasi dan pendaftaran di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Telp. Fax: 0274-869613, Website: www.tourismsleman.com. Twitter: @javasummercamp, Facebook: Java Summer Camp Jogja, Email:
[email protected],
[email protected].
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM mengatakan bahwa penyelenggaraan event merupakan media strategis untuk promosi pariwisata. Begitu pula event Java summer Camp (JSC) yang sudah dilaksanakan untuk kelima kalinya ini tentunya diharapkan akan semakin populer dan dikelola dengan lebih baik lagi. Harapannya para peserta dapat benar-benar memperoleh kemanfaatan sekaligus dapat menjadi “agent of promotion” bagi Kabupaten Sleman.
Selama empat tahun terakhir kegiatan Java Summer Camp (JSC) telah diinisiasi dan diselenggarakan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Namun mulai kali ini dan tahap-tahap selanjutnya pihak pemerintah daerah memberikan keleluasaan kepada Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) untuk berkreasi dan berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini secara lebih mandiri. Dengan demikian diharapkan kedepan event ini akan semakin besar dan semakin profesional karena penyelenggara akan memiliki ruang gerak yang luas untuk berkiprah dan menggandeng berbagai stakeholder. [MDI/bma]