Ilustrasi (istimewa)
GriyaWisata.com - Perhelatan the 15th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2013 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, resmi dibuka Wakil Presiden Boediono, Rabu (24/4/2013) kemarin. Hadir juga dalam pembukaan ini Istri Wapres Boediono, Herawati Bediono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Wakil Menteri Pendidikan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Inacraft 2013 dibuka mulai Rabu sampai lima hari mendatang. Acara ini merupakan pameran kerajinan Indonesia terbesar yang digelar rutin setiap tahun sejak 1999 oleh asosiasi eksportir dan produsen kerajinan Indonesia (ASEPHI) bekerjasama dengan PT Mediatama Binakreasi didukung beberapa kementerian dan BUMN yang terkait dengan pembinaan pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM).
Tahun ini, sekitar 1.300 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir dari 33 provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menempati 1.218 stan.
Mengambil tema sentral from smart village to global market, Inacraft 2013 dimaksudkan untuk memfasilitasi produk kerajinan Indonesia naik ke level internasional. Selain pameran kerajinan Indonesia, acara ini juga diramaikan dengan Inacraft Award, dan gelaran seminar industri kerajinan yang inovatif.
Peserta luar negeri yang bergabung diantaranya Thailand, Iran dan Malaysia. Jumlah pengunjung selama lima hari diperkirakan mencapai 200.000 orang.
Pengunjung INACRAFT tidak hanya berasal dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi saja, banyak pengunjung dari Pulau Jawa seperti Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua," katanya.
Transaksi dagang diperkirakan akan meningkat 7,5 persen atau meningkat 7,5 persen lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai 203 miliar dengan rincian Rp88 miliar hasil kontak bisnis dan penjualan retail sebesar Rp 115 miliar lebih.
Wapres Boediono mendorong berbagai pihak agar bersama-sama menangani dengan sungguh-sungguh berbagai kesulitan yang menghalangi pertumbuhan perdagangan industri kerajinan. Apabila kita bisa mengatasinya, maka industri kreatif kerajinan Indonesia akan mampu mencapai omzet puluhan triliun rupiah dalam waktu tidak terlalu lama.
“Oleh karena itu, jangan ragu-ragu dan jangan tanggung-tanggung, mari kita semua menyingsingkan lengan baju dan bekerja keras,” kata Boediono dilansir laman setkab.go.id.
Seperti diketahui, kata Wapres, industri kerajinan termasuk salah satu dari 14 (empat belas) bidang industri kreatif yang sangat berpotensi untuk terus dikembangkan karena memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Produk kerajinan karya anak bangsa, seperti anyaman tikar, bordir, ukiran, kursi, meja dan lain-lain saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 180 negara dengan negara tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Australia, Perancis dan Belanda. Tingginya minat pasar internasional terhadap produk Indonesia ini dikarenakan produk industri kerajinan Indonesia merupakan produk dengan sentuhan seni dan budaya Indonesia dengan cita rasa yang tinggi, dan sederetan keunikan lainnya yang barangkali sulit ditandingi oleh produk bangsa-bangsa lain di dunia. [mdi/bm]