"Srampang-Srimping" Adu Pantun Di Pernikahan Betawi
GriyaWisata.com - Adu pantun salah satu keunikan yang dimiliki adat Betawi saat acara resepsi penikahan. Biasanya seorang mempelai pria membawa seorang wali yang biasa dibilang "Jagoan", di pihak mempelai wanitapun tidak mau kalah seorang "Jagoan"pun menjadi isyarat untuk melawan "jagoan" sang pelamin pria.
Pernikahan adat Betawi yang sangat kental biasanya mengawalinya dengan berbagai atraksi, bisa berupa adu silat betawi, namun yang tidak kalah serunya adalah saat "Jagoan" sang mempelai wanita mengawali pantun dengan dialog "Srampang - srimping" yang artinya "siapa itu disamping", pantun tersebutpun di balas dengan seorang "Jagoan" dari pihak laki - laki, yang akhirnya nantinya akan mempersilakkan mempelai pria diperkenankan masuk.
Pihak pria biasanya membawa berbagai bawaan untuk dipersembahkan oleh seorang mempelai wanita. berbagai keperluan untuk kedua mempelai nantinya.
Jagoan Dari Mempelai Pria Mendampingi Keberangkatan Ke Mempelai Wanita.[Foto : Firman Sudrajat]
Yang menarik adalah bawaan yang diberikan mempelai pria, yaitu berupa roti buaya. Banyak orang mengira, bahwa roti buaya hanya sekedar menjadi hiasan bawaan, atau sebagai pelengkap saja.
Roti buaya disini ternyata memiliki filosofi dalam sebuah pernikahan. Karena diyakini bahwa buaya sendiri merupakan hewan karnivora yang hanya kawin sekali dalam seumur hidupnya.
Nah, hal tersebut ternyata memiliki arti demikian, seorang pemuda betawi yang akan mempersembahkan cinta sejatinya kepada sang mempelai wanita untuk menakhiri hidupnya.
Selain roti buaya, ternyata dalam acara bawaan tersebut ada berupa dodol betawi. Dodol ini ternyata sengaja dibuat oleh mempelai pria untuk dipersembahkan oleh mempelai wanita.
Pembuatan dodol tersebut pun ternyata dibuat sangat banyak dan di masak secara gotong royong oleh keluarga mempelai pria, bukan hanya itu saja, sajaian kue yang bernama wajik (kue terbuat dari ketan dengan campuran gula merah) menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan.
Namun kini keunikan dari acara pernikahan seperti budaya Betawi mulai di makan zaman, sudah jarang sekali acara - acara tersebut dilakukan saat melangsungkan pernikahan.
Hal tersebut dikarenakan semakin terpengaruhnya kebudayaan dari luar yang masuk.[bm]
- Selasa, 19 Maret 2013 13:00
- Selasa, 19 Maret 2013 12:40
- Selasa, 19 Maret 2013 12:20
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
hiasi penampilanmu dengan perhiasan perak lapis emas putih dari mahirasilver, tersedia aneka perhiasan perak dengan desain elegan, trendy, c..
kalung perak kl 176 model yang imut,berliontinkan kucing yg imut sangat cocok untuk remaja wanita,,berbahan dasar perak yg sudah dilapis den..
pt.supra barumenjual ban renang untuk waterboom dengan ukuran 36" 42" 48" singel dan doubel, ban renang kita merk zebec manufacture korea. h..
pt.supra baru menerima reparasi perahu karet,banana boat,rafting boat,flyfish,ban renang.kami juga menjual perahu karet zebec kapasitas 4 s/..
mahirasilver adalah toko online yang menyediakan berbagai macam perhiasan perak mulai dari cincin,anting,kalung liontin dll.berbahan dasar p..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Tips Memilih Daging
GriyaWisata.com - Mengadakan pesta tidak lepas dari kukliner yang lezat. Biasanya daging menjadi salah satu bahan menu yang populer dan bahan menu yang pas untuk memenuhi kuliner saat pesta.
Tips Ok..! Untuk Liburan
GriyaWisata.com - Dalam melakukan perjalanan wisata memang hal yang menyenangkan. Namun itu bisa saja berubah menjadi tidak menyenangkan apabila tidak dipersiapkan dengan baik sebelumnya.











