Danau Tamblingan Menyimpan Wisata Dan Spiritualitas
GRIYAWISATA.com - Di antara indahnya danau, terdapat nilai historis dan spiritual yang kental. Tamblingan adalah satu dari tiga danau bersaudara di Kabupaten Buleleng, Bali. Ini adalah mesin waktu yang membawa Anda kembali ke awal masehi.
Indah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Danau Tamblingan. Bersama dua saudaranya yaitu Danau Buyan dan Danau Beratan, mereka menempati satu induk berupa kaldera besar. Letaknya persis di lereng utara Gunung Lesung, Desa Munduk, Kecamatan Banjar.
Dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, Danau Tamblingan menjadi wisata alam yang asri nan sejuk. Di pagi hari, kabut menggelayut di permukaan air danaunya, seakan menambah kesan mistisnya. Ditambah lagi, danau ini belum banyak terjamah tangan manusia. Tak ada perahu bermotor, hanya ada sampan khas bernama 'pedahu' yang digunakan masyarakat lokal untuk memancing ikan.
Tapi tahukah Anda? Di balik indah dan asrinya Danau Tamblingan, terdapat unsur spiritual yang kental. Banyaknya pura yang menghiasi danau ini menjadi saksi sejarah peradaban Bali di abad-abad awal masehi. Tempat ini juga tak lepas dari adanya legenda, yang terkait dengan nama Tamblingan itu sendiri.
Konon, pada abad ke-10 hingga 14 masehi, terdapat empat desa yang mengelilingi danau ini. Keempat desa itu disebut sebagai Catur Desa, terdiri dari Desa Munduk, Gobleg, Gesing, dan Umejero. Keempat desa ini memiliki ikatan spiritual, dan penduduknya punya tanggung jawab yang besar untuk menjaga kesucian danau dan puranya.
Namun, pada suatu saat, para penduduk di Catur Desa terjangkit sebuah wabah epidemi. Seseorang yang waktu itu dianggap suci kemudian turun ke danau di bawah desa untuk mengambil air. Berkat doa dan kemampuan spiritual orang suci itu, air danau tersebut mampu menyembuhkan seluruh masyarakat desa.
Oleh karena itulah danau ini lalu dinamakan Tamblingan, berasal dari kata Tamba (obat) dan Elingang (kemampuan spiritual).
Terdapat sebuah kompleks pura di sekitar danau ini, antara lain Pura Dalem Tamblingan, Pura Endek, Pura Sang Hyang Kawuh, Pura Gubug, Pura Naga Loka, dan Pura Embang. Pura yang terakhir merupakan pura kecil yang dibangun dari bebatuan.
Pada Februari 2011, air di Danau Tamblingan pernah meluap hingga hampir menenggelamkan 21 rumah warga sekitarnya. Tapi jangan kuatir, saat ini volume air sudah kembali seperti semula. Anda masih bisa merasakan aura spiritual yang kental bahkan mulai dari pandangan pertama.[i]
- Minggu, 27 Oktober 2013 09:40
- Minggu, 27 Oktober 2013 09:10
- Sabtu, 26 Oktober 2013 11:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
menjual anakan murai batu medan hasil tangkaran (trotol) bersetifikat asli hasil tangkaran kuwalitas terjamin pakai ring/gelang.- melayani p..
berbagai macam rangkaian bunga papan papan untuk mengekspresikan perasaan bahagia, duka cita, kasih sayang, simpati dan ucapan selamat untuk..
florist jakarta menyediakan berbagai macam koleksi hadiah untuk momen penting anda maupun perayaan besar. sebagai toko florist online terbes..
????????????? ????????????? ????????????, ????????? ??????????? ?????, ???????? ?????????????? ????? ??????????? ? ?????? 8-926-206-3689.???..
????????????? ????????????? ????????????, ????????? ??????????? ?????, ???????? ?????????????? ????? ?????????? ? ?????? / ????????? gre, to..







