Yeayyy, Wisata Garut Semakin Menarik Pengunjung
Griyawisata.Com -- Pariwisata Garut sudah dikenal turis-turis Eropa jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, yaitu pada masa kolonial Belanda. Di era 1920-an, Belanda mempromosikan pariwisata Garut bersama dengan Bandung dan Bogor.
Lalu bagaimana dengan kondisi pariwisata Garut saat ini? Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut, Yatie Rohayati, jumlah kunjungan wisatawan ke Garut terus mengalami peningkatan. "Di 2011, kira-kira ada 1,9 juta kunjungan. Ini gabungan wisman (wisatawan mancanegara) dan wisnus (wisatawan nusantara)," katanya kepada Griyawisata.Com, Rabu (11/4/2012).
Hanya saja, Yatie mengaku pariwisata Garut belum optimal, salah satunya adalah kendala akses menuju obyek wisata. Misalnya pantai-pantai di selatan Garut masih susah dijangkau.
"Juga Papandayan, tapi ada saja yang datang, cuma lebih ke special interest, orang-orang yang suka petualangan," tuturnya.
Sedangkan Franz Limiart, penggiat pariwisata dan ekonomi kreatif di Garut, menuturkan sebagian besar turis yang datang ke Garut dibawa oleh biro-biro perjalanan wisata dari Bandung. Sementara di Garut sendiri masih sedikit biro perjalanan wisata yang mengatur paket wisata khusus untuk Garut.
"Pemandu wisata (berlisensi) orang asli Garut dan kerja di Garut juga sedikit. Bisa dihitung dengan jari," ungkapnya.
Sementara itu, akomodasi di Garut relatif banyak dan memadai. Berdasarkan pengamatan Kompas.com, di Garut memiliki hotel-hotel sederhana dan resor yang cocok untuk keluarga terutama di kawasan Jalan Cipanas.
Selain, berpotensi untuk wisata alam, Garut juga cocok menjadi destinasi wisata belanja. Industri kreatif di Garut semakin berkembang, seperti kerajinan kulit domba, kerajinan akar wangi, kreasi dodol, sampai Batik Garut.
Turis-turis lokal, terutama dari sekitar Garut seperti Jakarta dan Bandung, menjadi pasar wisata belanja Garut. Seperti diungkapkan Yunus, pengusaha kerajinan kulit domba dan sapi di Garut, tokonya selalu dipenuhi wisatawan lokal terutama di hari-hari libur.
"Saya malah ramainya turis lokal, dari Jakarta dan Bandung. Seperti kemarin pas liburan panjang, toko saya penuh. Mereka belanja di Garut juga wisata," tuturnya.
Senada dengan diungkapkan Yunus, Zaki dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut yang bertugas di kawasan wisata Candi Cangkuang juga mengungkapkan beberapa tahun belakangan makin banyak wisatawan lokal yang datang ke Candi Cangkuang.
"Dulu kebanyakan orang Eropa, kayak Belanda dan Jerman. Makanya penunjuk kita juga pakai bahasa Belanda. Tapi sekarang, yang lokal malah makin banyak. Mereka biasanya ke Garut buat belanja, lalu mampir ke Candi," jelasnya.
Ya, Garut tak lagi didominasi noni dan meneer Belanda. Sekarang, saatnya Garut menjadi tujuan wisata para inlander.[i/n]
- Minggu, 15 Juni 2014 14:00
- Selasa, 10 Juni 2014 10:00
- Senin, 9 Juni 2014 10:30
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Trik Atur Keuangan Dengan Cara Ini
GriyaWisata.com- Pernahkah anda mengalami keuangan rumah tangga yang kerap menjadi kaku alias tidak sesuai dengan pemasukan bulanan anda?
Trik Cantik Lewat Bunga di Sekeliling Rumah
GriyaWisata.com- Kata siapa cantik itu mahal? Buktinya Anda bisa cantik dengan beberapa bunga yang sering Anda jumpai di sekeliling rumah Anda mau tahu apa saja? Yuk, simak selengkapnya.








