Semut Amazon Bisa Manjakan Lidah
Griyawisata.Com -- Semut hitam garing ini ketika digilas di dalam mulut menguarkan cita rasa segar seperti daun kemangi. Namun, sering kali masyarakat Barat mendeskripsikan rasa itu seperti jeruk lemon. Semut asal hutan Amazon ini lantas dijuluki ”lemon ants”.
Di tangan juru masak Tamara Rodriquez asal Venezuela, semut Amazon (Myrmelachista schumanni) itu sanggup menyusup dalam sajian istimewa. Tamara yang telah 23 tahun bergelut dalam dunia gastronomi berkesempatan memamerkan kreativitasnya mengolah aneka bahan pangan di Restoran La Brasserie, Hotel Le Meridien, Jakarta, akhir April. Semut Amazon itu, misalnya, diolah bersama saus cokelat pengguyur sirloin steak.
”Di lidah kita terasa seperti daun kemangi kan?” ujar Arie Ardianti, Marketing Communication Manager Hotel Le Meridien, seusai mencicipi rajangan semut Amazon yang disodorkan Tamara.
Steak dengan saus cokelat dan semut mungkin terdengar ganjil. Akan tetapi, terkadang membebaskan diri dari kelaziman pakem resep justru berujung pada kejutan yang menyenangkan. Begitu pula dengan sirloin steak berlumur saus cokelat semut ini.
Menurut Tamara, saus cokelat tersebut diolah dari cokelat hitam asal Venezuela yang berkualitas premium. Dalam saus cokelat kental itulah, terbenam rajangan semut Amazon. Semut ini berukuran seperti semut rangrang, dan dibawa Tamara ke Jakarta dalam keadaan beku. Saat mencicipi saus tersebut, di sela-sela rasa gurih-manis semu pahit khas cokelat hitam, lidah lantas dikejutkan letusan lembut rasa segar dari semut lemon. Tiada rasa getir dan aroma langu.
Seperti juga Indonesia, tanaman cokelat terbaik dunia tumbuh subur di Venezuela. Hanya saja, seperti di Indonesia pula, Venezuela selama ini hanya unggul dalam menghasilkan bahan mentah cokelat, bukan produk akhir penganan cokelat. Oleh karena itu, Tamara yang diutus Pemerintah Venezuela untuk mempromosikan dan mengembangkan kuliner lokal gemar bereksperimen menciptakan aneka masakan yang berasal dari bahan pangan asal negerinya itu, termasuk cokelat.
Tak hanya sirloin steak, Tamara juga tak ragu membaluri seafood dengan campuran saus cokelat dan tomat. Dalam kelas memasak yang digelar di Le Meridien, Tamara mendemonstrasikan kolaborasi saus cokelat yang lebih encer dengan udang goreng. Kelezatan rasanya pun sukses menancapkan kenangan yang kuat.
Serupa Indonesia
Di La Brasserie, Tamara tak hanya menghadirkan masakan khas Venezuela, tetapi juga bereksperimen mengolah bahan-bahan pangan yang mudah ditemui rakyat Venezuela sehari-hari menjadi sajian kreatif. Banyak dari bahan pangan itu mudah dijumpai di Indonesia, seperti avokad, talas, singkong, jantung pisang, dan jambu merah.
Begitu pula dengan rempah yang digunakan. Masakan Venezuela juga akrab dengan jahe, serai, ketumbar, bawang putih, dan cabai. Tamara mengaku amat mengagumi lada putih dan jeruk limau di Indonesia. ”Aromanya sedap sekali,” katanya, yang selama di Indonesia memborong banyak jeruk limau untuk dibawa pulang.
Menurut Tamara, jagung merupakan makanan pokok rakyat Venezuela. Oleh karena itu, jagung mewujud dalam aneka masakan, salah satunya Arepa. Penganan ini berupa roti yang terbuat dari tepung jagung dan biasanya dinikmati dengan aneka macam isian. ”Banyak bahan pangan yang biasa digunakan di Venezuela rupanya juga akrab bagi orang Indonesia. Hanya saja cara mengolahnya berbeda sehingga menjadi masakan yang berbeda pula,” kata Tamara.
Avokad salah satunya. Di Indonesia, avokad umumnya dinikmati orang sebagai buah yang dijadikan jus. Sementara Tamara mengolah avokad menjadi sup duo dynamic yang unik, yakni berduet dengan sup kacang hitam. Avokad yang diblender halus, lalu diguyur dengan perasan air lemon sehingga warnanya tetap bertahan hijau cerah. Sup avokad ini kemudian didinginkan.
Saat disajikan, sup avokad yang dingin dituangkan ke mangkuk saji bersamaan dengan sup kacang hitam yang hangat. Terbentuklah dua genangan yang berbeda warna dan suhu di dalam mangkuk. Saat sup ini meluncur ke rongga mulut, lidah serasa digelitik pertemuan rasa asam segar dari sup avokad dingin dengan rasa asin gurih dari sup kacang hitam yang hangat.
Di tangan Tamara, bahan pangan yang biasa-biasa saja mampu mewujud menjadi hidangan istimewa. Hal itu menjadi niscaya dorongan hasrat, kreativitas, dan keberaniannya untuk bereksperimen di luar kelaziman.
- Minggu, 27 Mei 2012 09:05
- Minggu, 27 Mei 2012 09:00
- Minggu, 27 Mei 2012 08:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · [email protected] · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
n1m1129 chic woman styledetail :bahan kaos rayonbukaan kancing depanrenda ornament1 kantongcocok untuk semi formal dan casualsize :all size ..
detail :bahan ciffonlis etnic di leher dan layer designbe collectionsize :all size width/length 46/60cmhubungi 087875791982add pin bb 292d67..
tunik ini terbuat dari bahan siffon di tambah aplokasi bordiran. dalaman dan luaran nempel tidak bisa di lepas. ukuran allsize fit to l. bah..
material : bahan paragonukuran : allsize fit to linclude innersms 081908728336
material : jeansukuran : allsize fit to l available coklatsms 081908728336
TOUR & TRAVEL GUIDE
Paling Enak Bersantai di Taman Suropati
Jakarta, Griyawisata.Com -- Tak perlu bingung mencari spot untuk bersantai di akhir pekan. Taman Suropati di Menteng, Jakarta Pusat bukan cuma menawarkan keasrian tempat bersantai, tapi juga aneka rupa kesenian yang bisa Anda nikmati.
Tujuh Tips Agar Ibu Hamil Aman Dalam Travelling
Griyawisata.Com -- Hamil bukanlah halangan untuk perempuan melakukan traveling. Namun, tentu ada sejumlah kiat yang harus diikuti agar perjalanan tersebut tetap nyaman dan aman.












