Griyawisata.com, Selasa, 13 Juli 2010 kemarin. Acara hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Perguruan Taman Siswa dipusatkan di Pendapa Agung Taman Siswa ikut dimeriahkan Paguyuban Sekar Jagad atau organisasi para pencinta batik di Yogyakarta. Sampai saat ini, Taman Siswa dinilai tetap konsisten pada perjuangan kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia walaupun usianya sudah puluhan tahun.
Dalam perayaan HUT Perguruan Taman Siswa, Penasihat Badan Pusat Wanita Taman Siswa Titik Tiasno Sudarto mengatakan Perguruan Taman Siswa bukanlah sekolah biasa karena sejak didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, Taman Siswa selalu konsisten menjadi badan perjuangan kebudayaan. "Belajar juga merupakan proses budaya di mana kebudayaan sendiri harus dipelajari sejak dini dan terus berkembang dari generasi ke generasi. Ki Hajar Dewantara ingin mewujudkan proses sadar budaya melalui pelajaran," katanya.
Taman Siswa ini berpedoman pada asas kebangsaan mulai berdiri pada tahun 1922 hingga saat ini. Tantangan terberat kebudayaan saat ini adalah adanya globalisasi. ''Meski demikian, kita tidak perlu merasa khawatir karena tidak harus semua arus globalisasi kita terima. Oleh karena itu, kita perlu percaya diri agar tidak kecolongan,'' ungkapnya.
''Pihak kami sangat berharap taman siswa dapat tetap mempertahankan kebudayaan Indonesia, utamanya batik. Karena adanya batik printing dikhawatirkan menghilangkan batik yang benar-benar batik atau batik tulis dan cap. Oleh karena itulah melalui Taman Siswa yang kami rasa dapat bergerak cepat untuk membantu mensosialisasikan batik yang sebenarnya,'' ujar Ketua Paguyuban Sekar Jagad Yogyakarta Larasati Suriantoro Sulaiman. Namun dalam acara itu, ada dipamerkan batik koleksi anggota Sekar Jagad Yogyakarta dan peragaan busana oleh Dharma Wanita Polda DIY dan Kodim 0734 Yogyakarta.[wlmn]
| < Prev |
|---|

