Griyawisata.com, Puak Simalungun adalah puak campuran penduduk asli dan pendatang dari Toba dan Tanah Karo. Campuran suku ini, membuat kita sulit menentukan mana sesungguhnya penduduk asli Simalungun. Namun Seminar Adat Simalungun yang diselenggarakan pada 1964 menetapkan bahwa suku Simalungun adalah orang yang mengakui ahap Simalungun yaitu orang yang berbahasa, beradat-istiadat dan berbudaya Simalungun. Hal ini diterima karena suku Simalungun sadar akan keberadaan ke bhinneka an dan perlunya membina persatuan berdasarkan pepatah: Sin Raya, Sini Purba, Sin Dolog, Sini Panei, na i ja pe lang marubah asal ma na marholong ni atei. Artinya, dari mana pun seseorang datang, asalkan dengan tujuan dan itikad yang baik, dia dapat diterima dalam keluarga besar Simalungun.
Marga-marga yang ada di Simalungun yakni Damanik, Saragih, Purba dan Sinaga yang dianggap sebagai marga asli Simalungun. Jika dikenal lebih jauh sampai kepada sub-sub marganya, maka di antaranya banyak berasal dari marga pendatang dari Toba dan dari Tanah Karo. Sub-sub marga Simalungun yaitu marga Damanik, terdiri atas Damanik Ambarita, Damanik Gurning, Damanik Bariba, Damanik Malau.
Marga Purba terdiri atas Purba Tambak, Purba Bawang, Purba Girsang, Purba Dasuka, Purba Dagambir, Purba Sidadolok. Marga Sinaga terdiri atas Sinaga Dadihoyong, Sinaga Siallagan, Sinaga Sidasuhut, Sinaga Porti, Sinaga Sidabariba, Sinaga Sidaha Pintu, Sinaga Sidagelan. Marga Saragih terdiri atas Saragih Dajawak, Saragih Turnip, Saragih Damunte, Saragih Garingging, Saragih Dasalak, Saragih Sumbayak.[wlmn]
| < Prev | Next > |
|---|

