Griyawisata.com, Kota Air di Belantara Muara Teweh. Pada awalnya, kota yang memiliki julukan sebagai kota air ini banyak berdiri disepanjang sungai Barito yang membelah Kalimantan. Sungai Barito ini menjadi Ibu Kota Kabupaten Barito Utara. Namun, penduduknya hidup dari hasil perairan. Kota ini biasanya dijadikan tempat singgah bagi para pekerja tambang batu bara, sebelum mereka diluncurkan ke camp-camp tambang.
Di kota ini anda bisa melihat rumah-rumah kayu khas masyarakat dayak, yang terbuat dari kayu dan berjejeran disepanjang tepi sungai Barito, yang biasa disebut lanting. Kondisi sungai Barito yang kerap meluap, membuat para warga memikirkan model rumah yang bisa mengantisipasi fenomena alam yaitu Lanting dibuat agar terapung. Sehingga berapapun ketinggian air saat sungai meluap, lanting akan tetap bertahan.
Di kota ini juga anda menikmati pemandangan belantara hutan tropis disepanjang Sungai Barito, yang panjangnya mencapai 900 km. Eksotisme pemandangan tropis tersebut, dilengkapi dengan nyanyian berbagai satwa liar yang dari dalam hutan. Muara Teweh terdiri dari dua bagian. Mayoritasnya masuk kedalam Kalimantan Selatan (Kalsel), dan masuk kedalam Kalimantan Tengah (Kalteng). Di kota ini di sediakan speed boat untuk para wisatawan agar bisa menikmati pemandangan alam sekitar. Fasilitas-fasilitas yang tersedia di kota tersebut seperti rumah makan, masjid, pasar, Bank, maupun ATM. Untuk mencapai ke kota tersebut, bisa di mulai dari Palangkaraya (ibukota Kalteng), melewati Banjarmasin (Kalteng).[wlmn/yd]
| < Prev | Next > |
|---|








