Tujuh anggota SAR mulai menelusuri kebaradaan Otok sejak Rabu (30/3) siang, selang beberapa jam setelah keluarganya melapor kehilangan kontak dengan Otok. Tim SAR Kabupaten Karanganyar berangkat dari jalur pendakian Cemoro Kandang, sedangkan tim SAR Kabupaten Magetan mengambil rute pencarian dari pos Cemoro Sewu.
Namun demikian, sampai Kamis siang tim belum berhasil mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan korban yang bernama Otok Supriyadi (27) itu. Tim SAR akhirnya memutuskan turun ke pos penjagaan karena cuaca di puncak tidak menentu, terjadi angin kencang disertai kabut tebal yang menganggu upaya pencarian.
Rencananya proses pencarian akan dilanjutkan Jumat (1/4) dengan tim yang lebih besar, kemungkinan melibatkan anggota kepolisian.
"Sekarang ini belum dilakukan operasi pencarian secara resmi. Kami baru melakukan survei tempat dan cek lokasi di atas," ungkap Nur Syaifudin, Koordinator Lapangan Tim SAR Kabupaten Magetan.
Otok Supriyadi adalah anggota komunitas pecinta alam Anak Gunung Lawu (AGL). Warga Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ini sering mendaki ke puncak gunung setinggi 3.625 meter di atas permukaan laut itu bersama rekan-rekannya.
Nur mengatakan, Otok meminta izin mendaki puncak Lawu pada Jumat (25/3) sekitar pukul 10.30. Ia berencana mendaki selama dua hari, seorang diri. Ia berangkat menggunakan sepeda motor yang dititipkan di rumah warga. Otok mendaki dengan mengambil rute pos penjagaan Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan.
Otok tidak melalui jalur pendakian di Cemoro Kandang, Karanganyar, karena ketika itu pos ditutup dengan alasan cuaca buruk di puncak. Sehari setelah berangkat, jalur pendakian Cemoro Sewu pun dinyatakan ditutup. Sejak itu, Otok tidak melakukan kontak dengan petugas di pos jaga. [wlmn/nr]
| < Prev | Next > |
|---|








