GriyaWisata.Com-Masjid an-nawier didirikan pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah Bin Husein Alaydrus, dikawasan Pekajon Jakrta Barat. Hingga saat ini masih merupakan masjid tertua yang ada di Jakarta, masjid yang bergaya arsiktektur Arab-Eropa sampai saat ini masih seusia dengan yang aslinya. Masjid ini mempunyai 33 tiang besar dibagian dalam masjid dan dibagian terasnya terdapat 17 tiang, serta menara 17 meter masih berdiri kokoh.
Tiang yang berjumlah 33 melambangkan jumlah tasbih, 17 melambangkan jumlah rakaat dalam sehari, nama Masjid an-nawier dalam arti Islam yaitu cahaya. Dimana masjid yang berada ditengah perkampungan ini diharapkan bisa memberi cahaya bagi umat muslim di tanah air.
Bila dilihat dari dalam, masjid tua di perkampungan padat penduduk berbentuk huruf L. Di masjid ini terdapat peningalan-peningalan sejarah yang masih tetap ada seperti mimbar, dan gantungan lampu kuno. Masjid tua yang berkonrtuksi dari beton berdiri di atas tanah yang luasnya sekitar 2.520 m2, dengan daya tampung jamaah shalat sekitar 1.000 orang pada tahun 1850.
Masjid an-nawier direhab kembali oleh Dahlan. Tidak banyak orang yang mengetahui Dahlan dari mana ia berasal, ada yang menceritakan ia berasal dari Banten. Sedangkan cerita yang lain menceritakan ia adalah seorang pangeran Mataraam yang datang ke Batavia.
kemudian 76 tahun kemudian masjid ini di rehab kembali oleh 7 orang pengurusnya yaitu, Sayid Abdullah, Syaid Aloei, Sayid Hasyim, Sayid Muhamad, Syech Abdurrahman, H. Abdul Muethi, dan H.muhammad toslim. Memperluas masjid dengan mengunakan jas arsitektur dari Perancis.
Masjid ini mempunyai kegiatan-kegiatan agama Islam seperti, shalat 5 waktu, pengajian-pengajian, Maulid Nabi SAW, dan biasanya di bulan ramadhan masjid ini akan dipadati umat Islam. Selain tarawih dan pengajian masjid ini menyelengarakan buka puasa bersama, acara buka puasa bersama yang dilakukan oleh masjid ini tidak hanya dilakukan oleh warga pekajon saja tetapi warga-warga Jakarta yang melintasi daerah ini.Masjid ini mempuyai makam ulama dan banyak para peziarah yang datang untuk berziarah ke makam para ulama yang ada di sekitar masjid.[wahyu/tn]
| < Prev | Next > |
|---|

