GriyaWisata.Com-Booming batik dimanfaatkan untuk ikut mempopulerkan batik melalui butiknya sejak dua tahun lalu. Keindahan motif batik, menurutnya membuat batik bisa fleksibel digunakan untuk berbagai kesempatan."Semua model baju bisa dibuat dari batik, enggak ada bedanya cuma ini khas Indonesia. Dulu, batik memang identik dengan acara formal. Kini, menggunakan batik ke acara apapun tidak akan salah kostum. Motif batik pun sangat beragam sehingga konsumen bisa lebih banyak pilihan.Rata-rata, konsumen yang datang ke butiknya, memiliki taste fashion tersendiri. Meski banyak batik yang bisa dibeli di pasaran dengan harga murah, tapi mereka ingin memakai baju yang spesial hanya untuk diri sendiri.
Penggemarnya pun bukan cuma ibu-ibu tapi juga dari kalangan anak muda. "Remaja apalagi senang model lain dan enggak mau sama dengan di toko Setiap model disesuaikan dengan motif batik yang dipilih konsumen. Kain-kain batik yang disediakan untuk konsumen kebanyakan diambilnya dari perajin di Jawa Barat. Seperti Cirebonan atau Garutan. "Ada juga Pekalongan tapi jumlahnya sedikit "Saya lebih suka batik Jawa Barat warnanya menarik dan lebih hidup cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.
Perkembangan batik juga membuat para konsumen yang datang lebih banyak tahu tentang motif batik. Satu kali datang, mereka bisa meminta dibuatkan lebih dari satu potong pakaian."Beli batik itu seperti jajan, karena yang dibeli adalah motif," tuturnya.Selain batik, Stani juga fokus dalam pembuatan kebaya. Dengan ciri khas penonjolan model yang menyemburatkan aura kefemininan. "Saya suka bikin potongan baju yang pas di badan karena memperlihatkan sisi kewanitaan Untuk harga setiap kali membuat pakaian. Harga tergantung dari model pakaian yang diinginkan.[ygs/tn]
| < Prev | Next > |
|---|

