GriyaWisata.Com-Peperangan yang terjadi di Lebanon tak pernah surut, hingga akhirnya PBB memutuskan untuk mengirimkan pasukan perdamaiannya ke Lebanon. Selain sebagai peacekeeper (Pasukan Penjaga Perdamaian), Satgas Yonmek Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil yang dikenal dengan sebutan Indobatt juga berperan sebagai Duta Bangsa Indonesia. Melalui program Civilian Military Coordination (Cimic) bekerjasama dengan Civil Affair Unifil, Indobatt mengadakan pagelaran budaya yang diberi tema Culture Performance For Children bertempat di Sultonieh (Technical School), Tibnin, Minggu (8/5/2011).
Acara berdurasi 5 jam (dimulai pukul 10.00 hingga 15.00 waktu setempat), dimaksudkan untuk memperkenalkan kebudayaan negara-negara yang telah mengirimkan pasukan perdamaian di wilayah Lebanon serta menghibur anak-anak maupun masyarakat di sekitar AOR (Area Of Responsibility).
Indobatt sebagai perwakilan Negara Indonesia menampilkan Tari Tobe atau Tari Perang yang berasal dari suku Asmat dan Pencak Silat. Setelah acara dibuka secara resmi oleh President of Alfa Association Mr. Albert, Indobatt mendapatkan kesempatan pertama untuk menampilkan keseniannya.
Dahulu tari Tobe dilakukan ketika kepala suku memerintahkan rakyat untuk pergi berperang. Kini tarian perang menjadi tari resmi penyambutan tamu. Tarian ini dilakukan oleh 16 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. Mereka menari dengan iringan tifa dan lantunan lagu-lagu perang pembangkit semangat. Tari ini memang dimaksudkan untuk mengobarkan semangat para prajurit. Penari biasanya mengenakan busana tradisional dengan manik-manik penghias dada, rok terbuat dari akar bahar, dan daun-daun yang disisipkan pada tubuh. Pakaian penari merupakan salah satu bukti kecintaan masyarakat Papua pada alam.
Tari Tobe tampil pada kesempatan pertama lengkap dengan busana Suku Asmat dan diiringi dengan alat musik Tifa khas dari Papua. Suara gemuruh tepuk tangan dari sekitar dua ribu pengunjung yang terdiri dari anak-anak dan masyarakat dewasapun terdengar gegap gempita menyambut penampilan tarian asli kebudayaan Indonesia tersebut. Suasanapun makin meriah ketika sesekali prajurit Indobatt yang memerankan tarian tersebut mendekat ke arah penonton.
Saking tertariknya masyarakat Lebanon dengan Tari Tobe yang ditampilkan, salah satu anak yang duduk paling depan bernama Ali meminta didandani mirip penari aslinya. Belum selesai rasa kagum mereka, pada sesi kedua Indobatt kembali memukau pengunjung dengan tampilan pencak silatnya. Suara riuh rendah dan gemuruh tepuk tanganpun makin terdengar meriah di stadion sekolah teknik yang baru selesai dibangun itu.
Hadir pada acara tersebut, Wakil Komandan Indobatt Letkol Mar Harnoko didampingi Kasi Cimic Mayor Arh Sukma Yudha, Danki Echo Mayor Inf Herlambang, Interpreter Mayor Sus Harianto, Papen Mayor Pasukan Banu Kusworo, Pa Project Kapten Kal Turadhi dan Pasi Cimic Lettu Kes dr. Bayu Rizallinor. Sebelum acara selesai Wadan Indobatt, Letkol Mar Harnoko memberikan cinderamata kepada Director of Technical School Tibnin berupa plakat.
Sementara itu pada apel kembali dari kegiatan, Komandan Indobatt Letkol Hendy Antariksa mengucapkan terimakasih atas suksenya acara pagelaran kebudayaan tersebut. ”Terima kasih, kalian telah berhasil mempromosikan kebudayaan Indonesia untuk lebih dikenal di tingkat Internasional”, ujarnya. [ir/ern]

