Pesta Bakar Batu Di Papua

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Pesta Bakar Batu  mempunyai makna tradisi bersyukur yang unik dan khas. dan merupakan sebuah ritual tradisional Papua yang dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat yang melimpah, pernikahan, penyambutan tamu agung, dan juga sebagai upacara kematian. Selain itu, upacara ini juga dilakukan sebagai bukti perdamaian setelah terjadi perang antar-suku.

Sesuai dengan namanya, dalam memasak dan mengolah makanan untuk pesta tersebut, suku-suku di Papua menggunakan metode bakar batu. Tiap daerah dan suku di kawasan Lembah Baliem memiliki istilah sendiri untuk merujuk kata bakar batu. Masyarakat Paniai menyebutnya dengan gapii atau ?mogo gapii?, masyarakat Wamena menyebutnya kit oba isago, sedangkan masyarakat Biak menyebutnya dengan barapen. Namun tampaknya barapen menjadi istilah yang paling umum digunakan.

Membicarakan tentang Papua rasanya tak pernah ada habisnya. Pulau cantik nan eksotis yang terletak di ujung Timur Indonesia ini memang memiliki pesona alam yang luar biasa. Sebagai contoh, sebut saja pesona wisata bawah laut Perairan Raja Ampat. Kawasan ini memiliki lebih dari 1,070 jenis spesies ikan, 600 jenis spesies terumbu karang, dan 699 jenis moluska. Hal tersebut menjadikan kawasan ini sebagai surga bawah laut bagi para penyelam. Tak hanya itu, Danau Sentani, Danau Paniai, Puncak Jayawijaya, Taman Nasional Lorentz, semuanya menyimpan pesona yang tidak akan cukup diterjemahkan lewat kata-kata.

Selain wilayah dan obyek wisata yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi tempat di Papua yang memiliki keindahan alam yang masih alami, tempat itu adalah Lembah Baliem. Terletak di ketinggian 1.600 dpl, dibingkai hutan belantara dan aliran sungai, serta belum terjamah sentuhan teknologi, menjadikan kawasan ini sebagai tempat yang menyimpan sejuta kisah dan peristiwa. Di tempat ini, suku-suku pedalaman Papua merajut makna hidup keseharian mereka. Suku-suku pedalaman itu masih tinggal di rumah honai, yang pria mengenakan koteka dan wanita berpakaian noken serta bertaskan moge. Di balik itu semua, suku-suku pedalaman ini menyimpan kekayaan tradisi dan budaya yang khas dan unik.

Pesta Bakar Batu juga merupakan ajang untuk berkumpul bagi warga. Dalam pesta ini akan terlihat betapa tingginya solidaritas dan kebersamaan masyarakat Papua. Makna lain dari pesta ini adalah sebagai ungkapan saling memaafkan antar-warga.

Prosesi Pesta Bakar Batu biasanya terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, bakar babi, dan makan bersama. Tahap persiapan diawali dengan pencarian kayu bakar dan batu yang akan dipergunakan untuk memasak. Batu dan kayu bakar disusun dengan urutan sebagai berikut, pada bagian paling bawah ditata batu-batu berukuran besar, di atasnya ditutupi dengan kayu bakar, kemudian ditata lagi batuan yang ukurannya lebih kecil, dan seterusnya hingga bagian teratas ditutupi dengan kayu. Kemudian tumpukan tersebut dibakar hingga kayu habis terbakar dan batuan menjadi panas. Semua ini umumnya dikerjakan oleh kaum pria.

Pada saat itu, masing-masing suku menyerahkan babi. Lalu secara bergiliran kepala suku memanah babi. Bila dalam sekali panah babi langsung mati, itu merupakan pertanda bahwa acara akan sukses. Namun bila babi tidak langsung mati, diyakini ada yang tidak beres dengan acara tersebut. Apabila itu adalah upacara kematian, biasanya beberapa kerabat keluarga yang berduka membawa babi sebagai lambang belasungkawa. Jika tidak mereka akan membawa bungkusan berisi tembakau, rokok kretek, minyak goreng, garam, gula, kopi, dan ikan asin. Tak lupa, ketika mengucapkan belasungkawa masing-masing harus berpelukan erat dan berciuman pipi.

Di lain tempat, kaum wanita menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak. Babi biasanya dibelah mulai dari bagian bawah leher hingga selangkang kaki belakang. Isi perut dan bagian lain yang tidak dikonsumsi akan dikeluarkan, sementara bagian yang akan dimasak dibersihkan. Demikian pula dengan sayur mayur dan umbi-umbian.

Kaum pria yang lainnya mempersiapkan sebuah lubang yang besarnya berdasarkan pada banyaknya jumlah makanan yang akan dimasak. Dasar lubang itu kemudian dilapisi dengan alang-alang dan daun pisang. Dengan menggunakan jepit kayu khusus yang disebut apando, batu-batu panas itu disusun di atas daun-daunan. Setelah itu kemudian dilapisi lagi dengan alang-alang. Di atas alang-alang kemudian dimasukan daging babi. Kemudian ditutup lagi dengan dedaunan. Di atas dedaunan ini kemudian ditutup lagi dengan batu membara, dan dilapisi lagi dengan rerumputan yang tebal.

Biasanya, Pesta Bakar Batu ini dilaksanakan di tempat-tempat terpencil, oleh karena itu sulit untuk mendapatkan fasilitas yang memadai. Namun, setidaknya di Kota Wamena, telah berdiri beberapa penginapan yang dapat Anda sewa. Untuk masalah makan Anda juga tidak perlu khawatir, karena di kota ini juga terdapat banyak rumah makan.

Untuk transportasi, Anda dapat menggunakan pesawat-pesawat kecil yang melayani penerbangan hingga jauh ke daerah pedalaman. Selain itu, di Kota Wamena juga terdapat penyewaan kendaraan roda empat. Jika Anda tidak memiliki kerabat ataupun kenalan yang bisa memandu Anda, Anda dapat memanfaatkan biro perjalanan yang ada di Kota Wamena.[lwg]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Taman Wisata Bumi Kedaton Lampung

GriyaWisata.Com-Obyek wisata Lampung memang beraneka ragam. Dan keberadaan Taman Wisata Alam Bumi Kedaton, bagian dari...

Pesona Curug Cimahi Bandung

GriyaWisata.Com-Mencari lokasi wisata alam yang indah, seru, tapi mudah dijangkau dari Kota Bandung? Tidak ada...

Mengungkap Suku Dayak Benuaq

News image

GriyaWisata.Com-Dayak Benuaq adalah salah satu anak suku Dayak di Kalimantan Timur. Berdasarkan pendapat beberapa ahli...

Internasional

Menengok Keindahan Seychelles

GriyaWisata.Com-Seychelles hanyalah sebuah republik kepulauan kecil dengan jumlah penduduk saat ini tidak lebih dari 82.000...

Indahnya Bukit Pulpit Rock Di Norwegia

GriyaWisata.Com-Preikestolen atau Prekestolen, juga dikenal dengan terjemahan bahasa Inggris dari Preacher's Pulpit atau Pulpit Rock,...

Metode Psikologi Telanjang Sarah White

GriyaWisata.Com-Psikologi merupakan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Biasanya, bagi...

Culinary Corner

menikmati Kaledo Palu

GriyaWisata.Com-Kalau Anda Ke kota Palu jangan lupa makan Kaledo yang juga menjadi masakan khas kota...

Menu Istimewa Ala Papua

GriyaWisata.Com-Mungkin nggak terbayang dibenak anda untuk berwisata kuliner ke wilayah bagian timur Indonesia? Emm...pastinya anda...

Nikmatnya Rica-Rica Dan Sate Keong

GriyaWisata.Com-Setiap mendengar nama keong sawah yang terlintas pastinya hewan yang menjijikkan dan sering menjadi musuh...