GriyaWisata.Com-Buah pala dan kenari merupakan komoditas utama pulau banda, karena pala inilah menurut para ahli sejarah bahwa misi utama Columbus berkeliling dunia adalah untuk menemukan pulau Banda.
Di pulau Banda Besar yang seluas sekitar 43 kilo meter persegi terdapat perkebunan pala dan kenari yang sudah berusia ratusan tahun, tepatnya berada di desa Lonthor, desa tertua yang ada di Banda.
Indahnya perkebunan pala yang rindang dilindungi oleh pohon kenari yang besar dan rindang setinggi hampir seratus meter serta berumur sekitar tiga ratus tahun. Indah sekali pohon pala ini daunya yang kecil menyerupai daun pohon cengkeh namun berwarna hijau muda tumbuh di dedahanan yang rindang, dan pohonnya yang tidak terlalu besar dan tinggi tumbuh rapi bagaikan pasukan yang sedang berbaris.
Dari sela sela dedaunan dan ranting yang kecil keluar buah buah pala yang berwarna kuning keemasan yang bila sudah tua kulit dan dagingnya akan merekah dan tampaklan bunga pala yang berwarna merah membungkus biji pala yang kecoklatan.
Seluruh bagian buah pala ini bisa dimanfaatkan, kulit dagingnya diolah untuk dijadikan manisan, bunganya yang disebut fuli dan isi bijinya dijual dengan harga mahal untuk diolah sebagai bahan baku kosmetika dan bahan pengawet.
Buah pala inilah yang moebuat Banda terkenal dalam percaturan perdagangan dunia pada abad ke-15 sampai awal abad ke-19. Buah pala pernah mengangkat nama Banda sebagai kota internasional, bahkan Belanda bersedia menukar kota Manhattan di Amerika dengan pulau Ru, salah satu pulau kecil dan tidak memiliki mata air sama sekali, di Banda yang saat itu dikuasai Inggris.
Saat ini kami bisa menyaksikan pohon pohon pala dan kenari yang berusia lebih dari 300 tahun masih berdiri tegak sebagai saksi kejayaan Banda pada masa lalu.[kll]
| < Prev | Next > |
|---|



