GriyaWisata.Com-Ulat bulu yang selama ini di takuti dan meresahkan para warga kini menjadi salah satu sebuah ide usaha. Menrut seorang pengusaha khas malang yang bernama Hanan Abdul Djalil, ulat bulu itu justru diyakini bisa mendatangkan keuntungan besar.
Tidak heran lagi dengan fenomena tentang ulat bulu ini yang sudah menyebar hampir di beberapa daerah di Jawa Timur itu dijadikan motif baju batik.Ulat-ulat bulu itu tergambar menempel di baju batik yang diproduksi Hanan, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gang I No 85, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, RT 04 RW 02 Kota Malang.Hanan, memang tidak membantah bila ide motif ulat bulu itu muncul setelah di berbagai daerah di Jawa Timur warga banyak diresahkan adanya ulat bulu. "Terutama di Kabupaten Probolinggo. Sampai saat ini sudah merembet ke luar Jawa Timur, seperti di Bali yang juga ada ulat bulu dan juga Malang," katanya.
Batik bermotif ulat bulu itu mulai digarap sejak Senin (11/4/2011) pagi. Para pembatik yang khusus membuat batik ulat bulu itu sebanyak 10 orang. "10 pembatik itu khusus yang mengerjakan batik ulat bulu," aku Hanan. Dari 10 para pembatik itu aku Hanan, mampu membuat 5 hingga 6 baju. "Karena para pembatiknya sudah terbiasa membuat batik. jadi, tidak perlu mengajari lagi," ujarnya.
Setiap kain berukuran 2 meter dengan lebar 115 cm itu dipenuhi batik bermotif ulat bulu. Detail desainnya, sebanyak 50 gambar ulat bulu berada di atas sehelai daun bangga lengkap dengan telur ulat. "Di motifnya, ulat Bulu itu berada di atas daun, dilengkapi telur ulat. Selain itu juga ada satu gambar burung dan juga kupu-kupu. Mengapa hanya satu burung dan kupu-kupu? Hal itu menandakan kurangnya predator pemangsa ulat," jelasnya.
Banyakknya ulat bulu kata Hanan, diakibatkan ketidak seimbangan ekosistem. "Batik motif ulat bulu ini keprihatinan kami terhadap maraknya ulat bulu di berbagai daerah. Batik itu tidak hanya sekedar fashion. Tapi bisa jadi media sosialisasi dalam segala hal," katanya. Batik itu adalah busana karya asli Indonesia. "Makanya harus dijaga dan jangan sampai dicuri oleh negara lain. Dari batik masyarakat juga bisa mengetahui, bahwa menjaga ekosistem itu sangatlah penting. Mari bersama-sama kita menjaga keindahan alam," katanya.
Maraknya ulat bulu itu bukan hanya karena faktor cuaca, tetapi juga karena ulah manusia yang banyak tak mempedulikan alam. "Harapan saya kepada pemerintah terkait, dalam hal ini dinas pertanian, jagalah alam dengan baik dan benar," kata pria yang sudah tiga tahun jadi pengusaha batik.[serli]
| < Prev | Next > |
|---|

