Kabar Buruk Dari Gunung Leuser

E-mail Print

GriyaWisata.Com- Sebuah rilis yang dikirimkan dari Leuser memberikan sebuah kabar buruk mengenai situasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang berada di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Sang pengirim , Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul memberi kabar bahwa kelestarian kawasan tersebut berada dalam ancaman.

"Keberadaan TNGL sekarang ini berada dalam ancaman, diakibatkan keberadaan eks pengungsi korban konflik Aceh," tulisnya dalam rilis yang diterima, Kamis (09/06) tersebut.

Dijelaskannya bahwa Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan Kawasan Pelestarian Alam, yan berada di NAD dan Sumatera Utara, yang dideklarasikan pada tanggal 6 Maret 1980 melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 811/Kpts/UM/1980.

Selain keputusan ini kemudian diperkuat lagi, dengan Keputusan Menteri kehutanan Nomor 276/Kpts-II/1997, tentang penunjukkan TNGL dengan luas 1.094.692 hektare. Andi Basrul juga menyampaikan bahwa TNGL ini telah diakui dunia Internasional dengan penetapannya sebagai Cagar Biosfer pada tahun 2081, dan sebagai warisan dunia (Tropical Rainforest Heterige of Sumatera) pada tahun 2004 oleh UNESCO.

Namun, pada perkembangannya TNGL, kata Andi Basrul pula dalam press release-nya itu, bermukim di kawasan TNGL pengungsi korban konflik Aceh di resort Sekoci dan Sei Lepan, sejak tahun 1999, dimana telah menyebabkan degradasi/kerusakan hutan seluas 22.100 hektar. Berbagai upaya telah dilakukan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BTNGL), kata Andi Basrul pula, baik preventif, persuasif, pre-emtif maupun represi.

Relokasi pengungsi juga sudah dilakukan sejak tahun 1999, ke berbagai tempat antara lain ke Mahato Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, ke Desa Siarti Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu juga ke Desa Besilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Provinsi Riau serta ke Desa Muara Medak Kecamatan Buyung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010 dan 2011. Tanggal 3Terakhir Maret 2011, dimana pihak BBTNGL mengultimatum para pengungsi agar keluar dari TNGL, untuk direlokasi ke Desa Muaa Medak Kecamatan Buyung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin, apabila tidak ingin di katagorikan sebagai penyembah, katanya.

Akhirnya ada 16 KK atau sejumlah 46 jiwa, yang mau menuruti ultimatum tersebut. Dengan demikian, kata Andi basrl pula, masyarakat yang masih bermukim di kawasan TNGL saat ini merupakan perambah yang harus ditindak secara hukum. Untuk itulah Operasi Khusus Pengamanan Hutan (OKPH), yang direncanakan 13 Juni 2011 mendatang, merupakan pilihan terakhir, menyelesaikan permasalahan perambah di resort Sekoci Kecamatan Besitang Langkat.

Dikatakannya, bahwa operasi ini telah menjadi komimen seluruh pihak baik di pusat maupu di daerah, diantaranya Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Gubernur Sumatera Utara. Selain itu DPRD Sumatera Utara, Pangdam I Bukit Barisan, Kapoldasu, Danrem 0203 Pantai Timur, Bupati Langkat, Kapolres Langkat, Dandim Langkat, Kajari, Kepala Dinas Kehutanan Langkat, Dan Yonif 8 Marinir, Satpol PP. Diharapkan, ujar Andi Basrul pula, dengan Operasi Khusus Pengamanan Hutan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dapat segera menyelesaikan perambahan di Sei Siminyak, Resort Sekoci, Kecamatan Besitang, Langkat, dan kelestarian TNGL dapat terwujud. [ndis/serli]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Patung Kayu Etnis Dayak, Seni Tradisional Kalimantan Barat

GriyaWisata.Com-Masyarakat Dayak terutama dalam Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, mengenal seni pahat patung yang...

Desa Wisata Kurau Sebagai Desa Nelayan

GriyaWisata.Com-Desa Kurau  adalah desa nelayan yang kini terletak di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka...

5 Budaya Unik Di Indonesia

GriyaWisata.Com-Bicara soal kebudayaan di Indonesia memang tidak ada habisnya. Dimana negeri ini dianugerahi sekian puluh...

Internasional

Keeksotisan Pantai Durban

GriyaWisata.Com-Pantai Durban adalah opsi wisata pantai paling menarik dan terkenal di Afrika Selatan. Pantai Durban...

Presenter Cantik Yang Ingin Berlibur Ke Maladewa

GriyaWisata.Com-Aktris sekaligus presenter cantik, Jessica Iskandar mengaku dirinya sedikit jenuh dengan rutinitasnya di dunia entertaint...

Keindahan Nelspruit

GriyaWisata.Com-Daerah Nelspruit ini sekarang dikenal sebagai pintu gerbang menuju Mpumalanga dan Kruger National Park. Yang...

Culinary Corner

Pure Kentang Goreng

GriyaWisata.Com-Anda tentu ingin makanan yang sehat dan bergizi bagi keluarga Anda. Ini dia makanan yang...

Rujak Cingur

GriyaWisata.Com-Tentu kita sudah tak asing lagi dengan makanan yang satu ini kita juga sering merasakannya...

Gindara Steak With Tomato Sauce

GriyaWisata.Com-Bosan dengan menu makanan yang hanya itu-itu saja ingin membuat bahan makanan dari ikan dengan...