GriyaWisata.Com- Limbah kain batik sisa produksi pabrik kain batik yang sudah tak terpakai, ternyata bisa disulap menjadi produk kerajinan sandal batik yang cukup unik dan menarik. Kerajinan sandal batik itu dipasarkan hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor dan Bandung.
Ide memanfaatkan limbah kain batik telah dilakukan Abdul Ghoni sejak 20 tahun lalu. Hingga saat ini telah tercipta cukup banyak beraneka ragam sandal batik. Setiap harinya, ia mampu menghasilkan 10 pasang sandal batik. Bahan baku limbah kain batik, disebutkan dia, diperolehnya dari sejumlah pabrik kain batik yang ada di Semarang dan Solo. Harga per kilogram kain tersebut sekitar Rp 35 ribu.
Dari kain sebanyak itu, Abdul Ghoni mengakui bisa dijadikan sandal batik sebanyak 60 pasang.“Hasil kerajinan sandal batik ini saya jual seharga Rp 7.500 per pasang. Harga sebesar itu, keuntungan yang saya peroleh sudah cukup lumayan karena setiap harinya bisa membuat 10 pasang sandal. Pokoknya, setiap hari keuntungan produksi sandal bisa untuk makan,” kata dia.
Sandal yang berwarna-warni mengitui ragam motif batik itu, selain dijual di Pasar Klewer Solo, dikatakan dia, juga dikirim ke Jakarta, Bali, Jakarta, Bogor dan kota besar lainnya. Selain dijadikan souvenir, sandal batik tersebut juga dipesan oleh sejumlah hotel maupun spa. “Pesanan sandal batik dari Bali dipakai untuk tamu hotel maupun spa. Selain itu, sejumlah LSM juga sering memesan sandal batik, tentunya sesuai dengan keinginan pemesan. Mereka pesan sandal dari kain sisa lurik, jadi tidak batik. Tapi, saya tetap menerimanya,” ujarnya. [vhr/ms/serli]
| < Prev | Next > |
|---|

