Halmahera Island
Griyawisata.com, Dua puluh tiga hari sejak Sail Banda 2010 dimulai, perhelatan akbar ini menginjak acara puncak pada Selasa, 3 Agustus 2010 di Dermaga Yos Sudarso Ambon, yang dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Sail Banda dalam sekejab membangkitkan kegiatan pembangunan dan perekonomian di Maluku. Setidaknya sembilan hotel yang baru dibangun dan bahkan belum diresmikan sudah meraih tingkat okupansi 100 persen selama event ini. Sail Banda diharapkan dapat terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi Maluku yang kini telah mencapai 4,7 persen. Sebelumnya, kerusuhan sosial sempat menguncang perekonomian kawasan ini sampai pertumbuhannya melorot ke minus 27 persen.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan harapannya bahwa Sail Banda 2010 membawa dampak lanjutan yang mendorong perekonomian Maluku secara signifikan. "Sektor perikanan dan pariwisata diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Maluku," kata Fadel Muhammad sesaat sebelum pembukaan Sail Banda 2010, di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Selasa (3/8/2010).
Beberapa kegiatan dalam rangkaian agenda Sail Banda 2010 mencatatkan diri sebagai pemegang rekor terbesar dan terbanyak. Yacht Rally and Race, diikuti oleh 106 kapal yang diberangkatkan dari Darwin, Australia pada 24 Juli 2010, dimana ini merupakan rally kapal terbesar di Asia. Kapal-kapal ini akan berlayar di Perairan Indonesia selama 4 bulan dengan menyinggahi 14 Kabupaten. Kegiatan Patita Makan Seribu Rasa yang berlangsung disepanjang Jalan Jan Pays, Ambon, Minggu, 1 Agustus lalu, memecahkan rekor MURI dengan 2010 resep yang terkumpul dari 54 desa di Maluku.
Sementara itu, kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam Operasi Bhakti Sosial Surya Bhaskara Jaya yang dilaksanakan semenjak 12 Juli hingga 2 Agustus 2010, menjadi operasi terbesar yang dilaksanakan di Indonesia dengan melibatkan seluruh instansi terkait dan masyarakat.
Setidaknya 37.020 orang pasien telah dilayani untuk operasi besar, kecil, pengobatan, pelayanan KB, maupun persalinan. Sebanyak 10.500 pasien dilayani oleh KRI Dr. Suharso, 720 pasien dilayani KM Tunas Wisesa Artha Graha Peduli, 24.500 pasien dilayani oleh USNS Mercy dari Amerika Serikat, dan 1.300 pasien dilayani oleh RSN Endeavour dari Singapura.
Selain itu ada juga beberapa kegiatan seperti Penanaman Mangrove, Bersih Pantai dan Laut, Simposium Kerjasama Internasional Pembangunan Kelautan dan Perikanan, serta turnamen golf yang diikuti oleh sejumlah pengusaha, dimana acara ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2 Milyar untuk masyarakat Maluku yang akan diserahkan secara simbolis dalam puncak acara Sail Banda 2010.[wlmn/wid/sa]
|
Griyawisata.com, Di tengah hiruk pikuk penyelanggaraan Sail Banda 2010, ternyata menyimpan sejumlah kekecewaan pada warga Banda Naira, Maluku Tengah. Ini sangat beralasan mengingat ajang internasional itu dipusatkan di Ambon, Maluku, bukan di Banda seperti nama ajang yang dibuka Presiden SBY, pada Rabu (3/8/2010) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku.
Dalam acara penerimaan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, di Balai Warga Banda Naira, Maluku Tengah, Senin (2/8/2010). Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikala, mewakili warga yang dipimpinnya, mengungkapkan kekecewaan itu. Untuk even Sail Banda yang menelan anggaran sekitar Rp168 miliar lebih ini, sebagian besar dialokasikan di Ambon.
"Semua infrastruktur hanya dibangun di Ambon, sementara Banda dianaktirikan, padahal Banda menyimpan potensi di sektor-sektor ekonomi. Ini artinya, yang lebih terkenal Ambon, sementara Banda hanya dijadikan ikon," tandasnya di hadapan Menko Kesra, Agung Laksono, Senin (2/8/2010), yang menyaksikan penyerahan dana PNPM dan KUR pada warga Banda Naira.
Seorang warga Banda Naira Jufri, menambahkan, masih banyak infrastrukur yang belum dibangun, padahal semua menyangkut kebutuhan pokok masyaraka. "Di sini belum ada SPBU, bandara yang masih kurang luas, dan dermaga yang kurang menunjang kegiatan nelayan. Padahal, hampir sebagian besar mata pencaharian warga adalah nelayan," keluhnya.
Selain itu tambahnya, perbedaan harga ikan dari nelayan di Banda dengan harga jual di Ambon jauh berbeda. "Bayangkan saja harga ikan per kg di Banda hanya Rp 9000, sementara di Ambon bisa mencapai Rp 45000-Rp 47000 per kg. Karenanya, perlu tempat penimbangan ikan agar bisa menampung sehingga persaingan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat," tandasnya. Terkait keluhan itu, Agung Laksono, menandaskan, meski logonya Sail Banda, bukan berarti warga Banda tidak diperhatikan. Ini merupakan bentuk lain dari promosi Banda untuk terkenal.
"Pasca Sail Banda itu banyak peluang bagi masyarakat Banda. Ini jelas akan bermanfaat bagi Banda karena seluruh dunia tahu Banda pulau indah. Kita bicara ke depan. Bukan Ambonnya, tapi Banda. Langsung pada daerah yg dituju sebagai pemasaran. Ke depan, pasti ada perhatian lebih dari pemerintah," ujarnya.[wlmn/wid/se]
Griyawisata.com, Perayaan puncak Sail Banda 2010 yang akan berlangsung di Ambon, Maluku, 3 Agustus 2010. Acara tersebut akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan. Serangkaian acara telah menanti Presiden di kota Ambon Manise itu.
Sail Banda 2010 ini akan berakhir pada 7 Agustus 2010. Berbagai acara sebagai persiapan acara ini sudah digelar sejak lama. Berbagai pameran, seminar, dan workshop juga sedang digelar di Ambon.
Presiden dan rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Rencananya, Presiden SBY juga akan berkunjung ke Pulau Banda sebelum menghadiri puncak Sail Banda yang bertema "Small Islands for Our Future" di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.[wlmn/ss]
Griyawisata.com, Dengan mengusung tema 'Pulau-pulau Kecil untuk Masa Depan Kita', pemerintah kembali menggelar seremoni Sail Banda 2010, serupa dengan Sail Bunaken 2009. Dengan besaran dana Rp 160 miliar, kegiatan ini diramaikan dengan yacht rally and race, kejurnas olah raga perairan dan game fishing, International Diving Tournament, Arafura games, International Conference on Small Island, Konferensi Kerjasama Indonesia-Australia, International Seminar on Sago and Spices for Food Safety, Seafood and Fish Product Expo, Lintas Nusantara Remaja Bahari, peringatan Kemerdekaan RI di Maluku Barat Daya, operasi 'Surya Baskara Jaya', dan Navy to Navy talk and port visit.
Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Abdul Halim mengatakan; tersedotnya dana sebesar Rp 160 miliar dari APBN dan APBD tanpa kejelasan program dan hanya menguntungkan segelintir orang dalam jangka panjang adalah perbuatan sia-sia pemerintah. "Tak ada pelibatan nelayan sejak perumusannya sehingga takkan ada perubahan fundamental dalam hal kesejahteraan hidup masyarakat Maluku. Hal ini terlihat pasca Sail Bunaken 2009 di Sulawesi Utara," katanya.
Menurutnya, klaim Sail Banda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki harus diikuti oleh tahapan program dan kinerja yang terukur. "Belajar dari pengalaman Sail Bunaken, seluruh proses terhenti hanya di tangan pemegang kebijakan tanpa partisipasi nelayan. Walhasil, nelayan tradisional setempat hanya gigit jari tanpa mengetahui apa manfaat Sail Bunaken. Hal ini besar kemungkinan terjadi saat Sail Banda digelar. Bayangkan jika Rp160 miliar dipergunakan untuk membenahi rumah nelayan, sebanyak lebih dari 5300 Kepala Keluarga akan bisa menikmati rumah yang sangat layak," paparnya.
Ia berpendapat, tidak seperti provinsi lain di Indonesia yang memiliki luas daratan yang cukup besar, Propinsi Maluku terdiri dari pulau-pulau kecil dengan luas lautan sebesar 93 persen. "Maluku adalah kekayaan bangsa Indonesia yang memiliki ekosistem laut khas, yaitu laut dalam dan dangkal, karang, mangrove, lamun, adanya up welling, dan memiliki potensi perikanan dan tambang yang melimpah, baik di darat maupun di laut. Jika sedari awal tak ada pelibatan nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, bisa dipastikan lambat laun mereka akan terasing dari daerahnya sendiri. Mereka akan terkurung oleh investasi dan wisata (privat) bahari," jelasnya.
Ia menambahkan, melihat deskripsi penyelenggaraan Sail Banda 2010, bisa dikatakan tak ada korelasi dengan upaya pengurangan dampak perubahan iklim. Perubahan iklim sebagai implikasi pemanasan global, yang disebabkan oleh kenaikan gas-gas rumah kaca terutama karbondioksida (CO2) dan metana (CH4), mengakibatkan dua hal utama yang terjadi di lapisan atmosfer paling bawah, yaitu fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia paling rentan terhadap kenaikan muka laut. Sebelumnya, telah dilakukan proyeksi kenaikan muka laut untuk wilayah Indonesia, hingga tahun 2100, diperkirakan adanya kenaikan muka laut hingga 1.1 meter yang berdampak pada hilangnya daerah pantai dan pulau-pulau kecil seluas 90.260 kilometer persegi.
"Melihat demografi Kepulauan Maluku, tak ada kesesuaian persoalan iklim dengan Sail Banda 2010. Artinya, masyarakat Maluku yang notabene tersebar diantara pulau-pulau kecil akan terus berhadapan dengan dampak persoalan iklim di laut dan darat, minusnya ketahanan pangan, kesehatan, dan kian melemahnya pergaulan sosial-ekonomi antarpulau," imbuhnya.[wlmn/wid/ss]
Griyawisata.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Sail Banda 2010 di dermaga Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Selasa (3/8/2010). Event bahari bertaraf internasional ini mengangkat potensi ekonomi kawasan Maluku di dunia internasional. Presiden Yudhoyono juga mencanangkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.
Sail Banda 2010 dengan tema "Small Island for Our Future", bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ambon lewat pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki. "Sail Banda ingin menjadikan Ambon sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dalam pembangunan ekonomi, khususnya sektor kelautan dan perikanan," kata Presiden Yudhoyono. Sail Banda 2010 juga menunjukkan bahwa laut dapat mempersatukan bangsa-bangsa dengan nuansa persahabatan. Terbukti dengan keterlibatan negara-negara lain dalam kegiatan Sail Banda. SBY meminta kegiatan ini juga harus dijadikan momentum baru untuk pelurusan sejarah bermasyarakat di Maluku dan pelurusan kembali sejarah perdagangan internasional di kawasan Nusantara.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu mengatakan, masyarakat Maluku menyambut even sejarah ini sebagai suatu titik balik dalam kerangka sejarah bangsa. Maluku telah menjadikan dirinya situs perdamaian dunia seiring dengan terwujudnya perdamaian antarmasyarakat paska konflik Maluku. "Gong Perdamaian Dunia yang didirikan di Maluku bukanlah suatu monumen mati. Melainkan tanda peringatan di tanah Maluku damai menjadi budaya kemanusiaan sejati," ujarnya.[wlmn/sf/sr]
griyawisata.com, 'yacht rally` merupakan potensi wisata bahari yang luar biasa, sehingga kegiatan tersebut dirangkum dalam sebuah acara tahunan lebih besar lagi bernama Sail Indonesia.
Read more...
|
Griyawisata.Com, Halmahera Utara ingin menunjukkan kepada dunia kekayaan Talaga Duma-Galela, dan tentu memiliki apa yang diperlukan dalam keindahan alam. "Perairan Halmahera Utara pada hidup-kapal, sehingga mereka bisa menyebarkan berita bahwa ini bagian dari Kepulauan Rempah-Rempah terkenal memiliki bintik menyelam berkelas dunia.
Demikian masyarakat setempat menyebutnya, merupakan danau terbesar di pulau Halmahera dan memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat. Duma menawarkan panorama alam yang indah dan natural. Airnya jernih dan tenang sehingga cocok untuk renang, mancing dan berperahu.
Read more...
|
|
|
|
|
Page 10 of 10 |
INFO PASANG IKLAN : Mau Pasang Iklan ? KLIK di sini !!! ">griyawisata.com/index.php?option=com_content&view;=article&id;=21573&Itemid;=100
Mountain & Rafting
Pendakian Gunung Slamet
GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
Nasional
|
GriyaWisata.Com-Jika bosan pergi ke mall, datanglah sesekali ke tempat yang jauh dari kebisingan. Untuk itu,...
|
|
GriyaWisata.Com-Anda merasa bosan dengan penatnya kegiatan di Ibukota? Anda ingin bersantai tetapi biaya sepertinya tidak...
|
|
GriyaWisata.Com-Apakah Anda pernah mampir ke Pantai Kutuh, Bali? Pasti Anda akan menemukan sejuta keindahan, bukan...
|
|
|
Internasional
|
GriyaWisata.Com-Jalan raya yang tak berujung di Amerika Utara atau Australia memang mengundang, tapi pada tahun...
|
|
GriyaWisata.Com-Terracotta Warriors And Horses ini merupakan Salah satu peninggalan megah jaman kekaisaran di China. Terracotta...
|
|
GriyaWisata.Com-Untuk liburan dalam kemewahan total dan kebebasan untuk tempat tinggal pada fasilitas yang unik, Ini...
|
|
|
Culinary Corner
|
Bubur Manado GriyaWisata.Com-Manado, ibu kota sulawesi utara memiliki sederet makanan khas, mulai dari olahan ikan...
|
|
GriyaWisata.Com-Banyak produk dalam negeri yang ternyata bisa menyaingi produk luar negeri. Pasti Anda kenal dengan...
|
|
GriyaWisata.Com-Ingin memberikan anak atau suami kejutan pada saat hari ulang tahunnya. Ini dia kejutan yang...
|
|
|
|
|
|