Hari ini: Kamis, 28 Agustus 2014 03:40
Barometer Otomotif Terkini

Wow, Di Kamboja Daging Tikus Laku

Selasa, 26 Agustus 2014 15:30
Foto: Ilustrsasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Sebuah panen unik berlangsung di sawah-sawah Kamboja di mana puluhan ribu tikus liar dijebak dalam keadaan hidup setiap hari untuk memenuhi kebutuhan daging tikus di pasaran.  

Meski dikenal sebagai pembawa penyakit di tengah masyarakat tetapi jenis tikus sawah atau Rattus argentiventer dari Asia Tenggara ini dianggap lezat dan sehat untuk dimakan karena gaya hidup mereka dan diet organik.

Biasanya tikus-tikus ini ditangkap setelah panen padi pada bulan Juni dan Juli, saat mereka kekurangan makanan, di wilayah pedesaan provinsi Kompong Cham, sekitar 60km dari ibukota Phnom Penh.

Kurangnya makanan bertepatan dengan musim hujan yang memaksa sejumlah tikus bergerak pindah ke tempat yang lebih tinggi, dan seorang petani lokal Chhoeun Chhim, 37, mengatakan ia telah mengatur sekitar 120 buah alat jebakan tikus setiap malam.

"Tikus-tikus liar sangat berbeda. Mereka makan makanan yang berbeda," kata Chhim yang menjelaskan perbedaan antara tikus sawah dan tikus kota, yang dia anggap sebagai hama dan tidak layak dimasak

Tikus-tikus itu pada umumnya "kotor dan punya banyak kudis di kulitnya," kata Chhim. "Itu sebabnya kita tidak menangkap mereka."

Dia mengatakan bahwa tikus-tikus yang ditangkapnya memakan makanan yang berkualitas seperti: batang padi, sayuran, dan akar tanaman liar.
'Mirip daging babi'

Jika beruntung dia dapat mengumpulkan sekitar 25kg tikus.

"Setelah musim panen tikus-tikus itu tidak punya banyak makanan, jadi ini merupakan waktu yang baik untuk menangkap mereka," katanya.

Rasanya ,"sedikit seperti daging babi" kata Chhim yang mengaku bahwa memakan daging tikus sebenarnya bukan pilihannya.

"Kami menjual tikus-tikus untuk uang dan membeli ikan sebagai gantinya," kata Chin Chon, 36, penangkap tikus lainnya saat ia menurunkan beberapa tangkapannya untuk ditimbang, dan dikemas ulang untuk kemudian dijual.
Bisnis besar

Pada puncak musim penangkapan tikus, pedagang tikus Saing Sambou, 46, mengaku dapat mengekspor hingga dua ton tikus setiap pagi ke Vietnam.

Dalam 15 tahun terakhir, usahanya telah berkembang hampir sepuluh kali lipat. Daging tikus awalnya dijual kurang dari 20 sen per kg, sekarang dia mendapatkan $2,50 per kg, dan permintaan daging tikus meningkat setiap tahun.

Hean Vanhorn, seorang kepala departemen di Kementerian Pertanian di Phnom Penh, mengatakan perdagangan daging tikus juga membantu melindungi tanaman padi di negara itu.

"Berburu tikus untuk dimakan dan dijual merupakan kontribusi untuk mencegah kerusakan padi," katanya.[BBC]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Dapatkan Nilai Tambahan Produk Anda Dengan Harga Promo Kami. Pemasangan Iklan, Hubungi Marketing Kami Yang Membantu Kegagalan Anda
Liburan Hemat Bersama Keluarga Idaman Anda, Promo Berbagai Wisata Domestik Terbaik. Hub: 0215747057
Sewa Mobil Terbaik, Menyediakan Unit Siap Pakai, Layanan Profesional, Telah Terbukti Beberapa Korporasi, Hubungi 021-5747057
Villa-hotel Murah Dan Bersih Di Bali, Lombok, Bogor, Jogja Dan Kota Lainnya, Bersih, Pelayanan Terbaik. Hub: 0215747057

TOUR & TRAVEL GUIDE

Trik Agar Kuku Anda Sehat
GriyaWisata.com - Kadang-kadang kuku patah memang disebabkan karena kita ceroboh. Tapi kalau gara-gara kuku kita nggak sehat? Nah lho! Untuk itu rawat kuku kita dengan cara-cara berikut:  

Kiat Hilangkan Stress di Kantor
GriyaWisata.com- Teriakan bos, tumpukan berkas di meja ditambah mepetnya deadline pekerjaan kadang bisa membuat anda stres di kantor. Hal ini sebenernya wajar aja terjadi di kantor, tapi untuk menghindarinya anda bisa mencoba melakukan beberapa cara seperti di bawah ini: