Online Support

bangsobil




FOLLOW US!

Facebook

Twitter

Dvers

Rss

odlhotspot_fx
texas_capital_bankfortisparibascommerzbank

Masyarakat Restui Tur Mata Harimau �Selamatkan Hutan Rumah Harimau� Greenpeace Dengan Upacara Adat

Kamis, 22 September 2011 17:50 Section: Investigasi

GriyaWisata.Com-Greenpeace hari ini secara resmi memulai tur Mata Harimau dengan pesan utama “Selamatkan Hutan Rumah Harimau“ dengan sebuah upacara adat di Desa Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir. 

Tur Mata Harimau ini berlangsung di sumatera bertujuan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut bergabung dalam upaya penyelamatan hutan Indonesia yang tersisa dan menyaksikan langsung kondisi sesungguhnya Hutan Indonesia yang tersisa khususnya di Sumatra yang menjadi habitat harimau Sumatra.

Dalam upacara adat ini, lima aktivis Greenpeace berkostum harimau yang akan melakukan perjalanan, mendapat doa restu dengan sebuah upacara ‘Tepung Tawar’ oleh sesepuh Desa Jumrah.

Kepala Desa (Kepenghuluan) Jumrah, Sukardi Ahmad, dalam rilisnya kepada Seruu.com, Kamis (22/9/2011) mengatakan, “akhir-akhir ini Harimau Sumatra sering muncul di perkebunan masyarakat. Ini membuat kami ketakutan, apalagi telah jatuh banyak korban.

Kemunculan harimau di desa karena hutan rumah mereka hancur oleh perluasan kebun akasia, Harimau sedianya hidup berdampingan damai dengan masyarakat apabila hutan yang merupakan rumah mereka tidak di hancurkan. Kami berharap perjalanan tim Greenpeace ini bisa mengungkapkan masalah ini kepada pihak yang terkait, terutama untuk persoalan tapal batas.”

Tur Mata Harimau “Selamatkan Hutan Rumah Harimau” ini telah diluncurkan di Jakarta 16 September 2011 lalu di Jakarta, dengan pagelaran pertunjukan seni yang menampilkan silat harimau, pameran foto, serta orasi budaya dari para tokoh nasional.

“Hutan Indonesia terus dihancurkan untuk kepentingan pengembangan industry besar, setiap tahun kita kehilangan paling tidak 1,1 juta ha hutan ini berdampak serius pada perubahan iklim, tergerusnya budaya masyarakat dan hilangnya keanekaragaman hayati penting. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi Mata Harimau yang menyaksikan dan melaporkan kerusakan hutan kepada pihak berwenang untuk di hentikan.,” ujar Rusmadya Maharuddin, jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Hutan yang menjadi rumah Harimau Sumatra terus dihancurkan, saat ini hanya sekitar 400 ekor harimau sumatra di alam liar. Pemerintah Indonesia memperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan Indonesia hancur setiap tahunnya.

Dengan laju perusakan seperti saat ini, hewan menakjubkan yang telah menjadi inspirasi banyak khasanah budaya Indonesia ini terancam punah, senasib dengan Harimau Jawa dan Bali.

“Melindungi hutan Indonesia dari perilaku destruktif perusahaan seperti Asia Pulp and Paper (APP) kini jauh lebih penting dibanding sebelumnya. Perusahaan harus segera menghentikan perilaku merusaknya dan beralih ke operasi yang lebih lestari dan bertanggung jawab, serta pemerintah harus mengimplementasikan perlindungan penuh terhadap lahan gambut serta hutan dataran rendah dan melakukan peninjauan kembali izin yang telah diberikan,” pungkas Zulfahmi. [hkt/ir/serli]

Related News Item:

Komentar (0)

Kirim Komentar anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan GRIYAWISATA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. GRIYAWISATA akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. GRIYAWISATA berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail*

Komentar*

dukascopy_tv_banner_big

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dvers Siap Menantang Facebook Twitter dan Google+ Di Lingkup Wisata Dengan Fasilitas Extra Canggih
GriyaWisata.Com-Ini dia situs jejaring sosial yang tidak kalah canggih di banding Facebook, Twitter. Salah satu situs terbaru di media online yaitu Google+,  Dvers situs jejaring sosial karna anak bangsa lebih menantang di banding situs jejaring sosial terbaru yang sudah disebutkan diatas. Dvers berbeda dengan situs jejaring sosial yang lebih dahulu lahir karena diperkaya dengan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, yang bertujuan untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Apa yang membuat situs jejaring sosial dvers berbeda dengan situs yang lebih dahulu ada..? 

Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar?