GriyaWisata.com - Selesai makan siang, Taman Narmada di Desa Lembuak, Lombok Barat, menjadi tujuan Anda berdarmawisata, mengakhiri masa liburan akhir pekan Anda nantinya.
Taman ini hanya 10 kilometer dari kota Mataram, tapi dari Desa Senaru yang jauhnya 100 km memerlukan 3,5 jam untuk menempuhnya setelah terlebih dulu membelah perbukitan dengan jalan menanjak berkelok tajam.
Namun bukit yang hijau, sungai berbatu besar dan monyet-monyet liar yang bergelantungan di pohon membuat perjalanan selama itu tak membosankan. Jika pun haus di tengah perjalanan, di pinggir jalan, tersedia air aren yang dijajakan warga. Harganya Rp3.000 sampai Rp6.000.
Lalu tibalah di Taman Narmada.
Taman yang dibangun pada 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem ini memiliki beberapa tempat menarik.
Ada kolam besar yang konon tempat raja dan permaisuri mandi, danau buatan yang menggambarkan danau Segara Anak di Rinjani, kamar-kamar berpintu kayu berukir yang dipercaya sebagai kamar tidur raja dan selir, Pura Kelasa, kolam renang untuk pengunjung, dan bangunan kecil bernama "Balai Patirtan".
Balai patirtan adalah tempat bertemunya tiga sumber mata air yakni Suranadi, Lingsar dan Narmada. Bagi umat Hindu, air ini dipandang sebagai air suci dan konon berkasiat untuk pengobatan.
"Warga sekitar menyebutnya air awet muda. Selain itu,dengan cara meminumnya, air ini diyakini juga dapat menyembuhkan rematik dan berbagai penyakit lainnya," ujar Agus Budi, sang pemandu wisata.
Taman Narmada adalah salah satu tujuan wisata favorit wisatawan.
"Di akhir pekan, saya sering mengajak keluarga berenang di Narmada. Tempatnya indah, suasananya tenang dan udaranya sejuk. Anak-anak juga bisa bermain di taman yang luas," kata Agung, warga Mataram, yang mengeluarkan Rp5.000 untuk memasuki taman ini.
Agus sang pemandu menjelaskan, diperlukan minimal tiga jam untuk berkeliling taman seluas dua hektare ini. Sayang, kami hanya 15 menit di sini.
Perjalanan panjang dari Senaru menuju Narmada telah menyita waktu kami, padahal penerbangan menuju Surabaya tinggal hitungan satu dua jam ke depan.
Sebelum itu kami mencapai dulu Cakranegara, untuk membeli oleh-oleh.
Beragam makanan dan cemilan khas Lombok dijual di sini, pun kaos dan kain tradisional, hiasan rumah, serta mutiara Lombok. Harganya mulai Rp20.000 hingga ratusan ribu rupiah. Dodol nangka, keripik nangka, dodol rumput laut dan kacang mede dihargai minimal Rp25.000, sedangkan dendeng rusa dan abon rusa dijual mulai Rp100.000.
Di Lombok ada banyak tempat untuk membeli oleh-oleh dan cinderamata selain pasar Cakranegara, namun jika wisatawan mau sedikit menjelajah untuk mencari buah tangan dari Lombok, maka akan dapat menemukan cinderamata dengan harga sangat terjangkau namun eksklusif.
Selesai di Cakranegara, kami bergegas menuju bandara yang hanya 45 menit dari Cakranegara.
Dibandingkan bandara sebelumnya, Selaparang di tengah kota Mataram, BIL memang relatif jauh dari Senggigi atau Narmada, namun perjalanan menuju BIL sangat menyenangkan karena bebas macet, jalannya lebar lebar dan pemandangan kanan kiri jalan yang menarik.
Agus menilai Lombok banyak berubah dan berbenah sejak ada BIL. Usaha di bidang pariwisata bermunculan, ruko dan toko dibangun, sementara pemerintah daerah kian serius menggarap sarana infrastruktur.
"Dengan kondisi jalan dan fasilitas yang semakin baik, semoga dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi," harap Agus.
Pukul 17.50 WITA Citilink kembali menerbangkan kami ke Surabaya dengan pesawat bernomor penerbangan QG 661.
Cukupkah menjelajah Lombok hanya dengan dua kali 24 jam? Tentu tidak. Masih banyak tempat wisata lain yang semestinya dikunjungi. Desa Sasak, desa tenun, Pantai Kuta, Tanjung An, Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, dan masih banyak lagi.
Citilink bisa menjadi pilihan menjelajah Lombok lebih lama lagi. Sejak 15 September lalu, anak perusahaan PT Garuda Indoensia Tbk ini meluncurkan rute baru, Surabaya-Lombok.
Ini ditempuh perusahaan dalam upaya menyasar 40 ribu penumpang pada kurun Oktober - Desember 2012 yang adalah bagian dari total 4,2 juta penumpang yang dibidik maskapai ini sepanjang 2012.
"Rencananya kami akan membuka tiga kali penerbangan ke Lombok sampai akhir tahun ini," kata Arif Wibowo.
Demi memenuhi target 4,2 juta penumpang itu, Citilink menambah rute, frekuensi penerbangan untuk beberapa rute dan armada terbang, serta harga tiket yang terjangkau.
Rute-rute baru meliputi Batam-Padang, Surabaya-Batam, Jakarta-Makassar, Banjarmasin-Makassar, Balikpapan-Makassar, Denpasar-Bandung, Makassar-Yogyakarta, dan Makassar-Banjarmasin akan dibuka hingga akhir 2012 ini. 16 pesawat beroperasi untuk rute-rute baru ini dan akan menjadi 21 armada sampai akhir tahun ini.