Taman Nasional Meru Betiri Jadi Salah Satu Habitat Elang Jawa
GriyaWisata.Com-Kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menjadi salah satu habitat elang jawa (Spizaetus bartelsii atau Nisaetus bartelsii), satwa langka dan dilindungi yang telah ditetapkan sebagai Burung Nasional pada 1993.
"Memang benar di beberapa lokasi TNMB terdapat elang jawa, namun kami belum mendapatkan data tentang jumlah populasi satwa langka itu," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNMB, Nur Rohma, di Jember, Minggu (11/9).
Data yang tercatat di TNMB menyebutkan jumlah jenis aves atau burung yang ada di dalam kawasan hutan konservasi tersebut sebanyak 193 jenis dan salah satu di antaranya adalah elang jawa.
"Petugas sering menjumpai elang hitam dan elang laut di kawasan Meru Betiri, namun beberapa kali petugas sempat melihat keberadaan elang jawa terbang melintas di sana," katanya menjelaskan.
Ciri sangat khas dari elang berbentang sayap sekitar 150 sentimeter dan panjang badan 70 sentimeter itu adalah dua bulu jambul di bagian belakang kepalanya. Dengan bulu dominan coklat gelap di sekujur tubuh dewasanya, dia juga sering disebut sebagai ilham bagi kelahiran lambang negara, Garuda Pancasila.
Selain elang jawa, kata dia, hutan TNMB seluas 58.000 hektare juga dihuni sebanyak 25 jenis mamalia, enam jenis reptil, dan 10 jenis insekta.
Saat ditanya tentang keberadaan harimau jawa (Panthera tigris sondaica), Nur Rohma mengakui satwa langka tersebut diperkirakan masih ada, dengan bukti sejumlah cakaran dan kotoran yang ditemukan beberapa tahun lalu.
Sebelumnya Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, di Malang, mengatakan populasi elang jawa di Taman Hutan Raya R Soerjo menurun drastis yang dilaporkan hanya tinggal dua saja.
"Populasi elang jawa menurun akibat habitat hutan rusak karena penggunaan pestisida secara berlebihan. Hewan-hewan mangsanya mengandung pestisida itu," tuturnya. ProFauna memprediksi, total populasi elang jawa di alam Indonesia tidak lebih dari 400 saja karena perburuan dan perdagangan satwa langka itu.
ProFauna mencatat, selain di Tahura R Soerjo ada beberapa tempat lain di Jawa Timur yang juga menjadi habitat elang jawa, antara lain Pulau Sempu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Alas Purwa, Lebakharjo, Pegunungan Hyang dan Kawah Ijen. [ant/serli]
- Sabtu, 21 Januari 2012 08:04
- Sabtu, 21 Januari 2012 07:05
- Sabtu, 21 Januari 2012 07:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · [email protected] · Blackberry: 22918E5B
Nahdia Irma di 08788-733-4159 · [email protected] · Blackberry: 23B88D42
Dina Momang di 0816-705-837 · [email protected] · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
mohon di baca dulu sebelum memesan gambar di atas adalah hanya model dan produk kami adalah produk sepatu hand made dengan sistem po(preorde..
mohon di baca dulu sebelum memesan gambar di atas adalah hanya model dan produk kami adalah produk sepatu hand made dengan sistem po(preorde..
heyyy kalian mau sepatu-sepatu yang lucu2 punya??silahkan kalian beli sepatu hand made buatan bandung ini dengan kualitas baik sekali kemiri..
mohon di baca dulu sebelum memesan gambar di atas adalah hanya model dan produk kami adalah produk sepatu hand made dengan sistem po(preorde..
material: kulit-glossycolor: babby pinktgg heels: 11cmsize: 36-41telp : 087853544668
TOUR & TRAVEL GUIDE
Manado - Mongolia Langsung Terbang
GRIYAWISATA.com - Provinsi Sulawesi Utara akan menjajaki penerbangan langsung Manado-Mongolia pasca pertemuan antara Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H Sarundajang dengan Gubernur Mongolia Dalam, Mr Ba Teer di Manado. "Kerja sama awal bisa dimulai dari bidang pariwisata mengingat ada tradisi peninggalan China yang sampai saat ini sangat popular di Sulut dan telah menjadi calendar of event pariwisata Sulut yakni Tao Pek Kong," kata Sarundajang, di Manado, Rabu (30/11/2011).
Indonesia Dapat Belajar Banyak Dari Spanyol
GRIYAWISATA.com - Salah satu stan di bursa pariwisata ATF (ASEAN Tourism Forum) TRAVEX, Laos menampilkan hal unik. Di stan ini, terpajang brosur-brosur pariwisata dalam bahasa Indonesia. Menjadi menarik, karena stan dari negara lainnya menghadirkan brosur hanya dalam bahasa Inggris.











