Sejarah Seni Lukis Bali
Sejatinya seni lukis Bali merupakan bagian terpenting dalam perkembangan sejarah seni rupa Indonesia. Namun babakan sejarahnya dibaca berbeda dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Hal ini dapat dicermati dari berbagai tulisan serta terbitan buku-buku seni rupa, yang selalu mengulas seni lukis Bali pada kolom yang berbeda. Bali merupakan bagian yang terpisah dan tak berhubungan dengan perkembangan yang ada di Jawa ataupun bagian lain Indonesia secara keseluruhan, demikian pendapat berbagai kalangan.
Perbedaan yang mencolok dari seni lukis Bali adalah ciri khas yang lahir dari keadaan lokal yang diartikan sebagai situasi yang tumbuh seiring nilai lain dari hasil budaya yang berkembang, yang kemudian mentrasformasi nilainya menjadi ciri khas, dengan tata pemerintaah kerajaan yang bebeda pula, Keyakinan serta agama, yang sangat besar berpengaruh dalam membentuk karakternya sehingga membentuk identitas.
Perjalanan sejarah seni lukis Bali telah memiliki akarnya tersendiri bersamaan dengan hadirnya masa kejayaan kerajaan di Bali, dapat ditinjau dari beberapa prasasti yang dikeluarkan oleh Raja anak Wungsu pada abad 11, kemudian lahir kelompok yang mempunyai keahlian melukis, yaitu salah satu prasasti yang terdapat goresan motif wayang yang menggambarkan Dewa Siwa.
Didalam naskah kuno termuat cerita-cerita legenda atau ceritera wayang, banyak menggunakan ilustrasi gambar yang indah dalam ukuran kecil atau miniatur yang menjadi seni lukis “klasik” Bali yang tumbuh dan berkembang hampir diseluruh Bali, kemudian berkembang sampai lahirnya Pita Maha yang merupakan sebentuk pernyataan simbol tentang keberadaan perupa Bali, sehingga terbentuk wadah organisasi sebagai kontrol terhadap mutu karya dan program pameran dapat dirancang dengan baik, sehingga praktis Pita Maha dijamanya berperan aktif dalam setiap event seni rupa, Pita Maha dalam usahanya memperkenalkan seni lukis Bali keluar daerah dan macanegara sangatlah gigih, dan kemudian pada pameran dunia di Paris, Perancis dua anggota Pita Maha mendapatkan mendali Perak yaitu Ida Bagus Gelgel dan Ida Bagus Kembeng (Suwaji, 1981). Suasana perdebatan dan adu argumen terus berjalan, salah satu pelukis Nyoman Ngendon sangat berani menentang Bonnet dalam banyak hal mengenai sudut pandang berkarya dan berkesenian. Seni lukis Bali berkembang lagi lewat sanggar-sanggar kecil serta perupa-perupa yang mulai mendapat tempat, seperti Wayan Bendi, Ketut Soki, Dewa Putu Mokoh, Kadek Murniasih.
Kemudian hadir kelompok Neo Pitamaha, ini mencoba terus menggali kedalaman estetik, wacana, media seni lukis Bali, yang akan dihadirkan dalam setiap event pameran seni rupa. Tentunya dengan semangat identitas seni lukis Bali, saat ini sudah selayaknya untuk siap menerima warisan leluhur sebagai modal dasar dalam bertarung dikancah seni rupa kontemporer baik nasional maupun dunia, lukisan klasik Bali dijadikan barang koleksi dan barang dagangan serta semakin tersebar sejak era 30-an, sejak Bali bersentuhan dengan industri pariwisata.
- Kamis, 7 April 2016 11:55
- Kamis, 7 April 2016 11:50
- Kamis, 7 April 2016 11:35




(1 rates)Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Need Help
Iklan Niaga
GriyaMart - Tourism Digital Marketplaces
Rp.450,000.00
TOUR & TRAVEL GUIDE
Ini Dia Tips Menahan Diri untuk Menghemat Saat Traveling
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler saat traveling terkadang lupa diri dan kalap berbelanja, tips yang kami tulis bisa dicoba untuk mengendalikan diri agar tidak belanja berlebihan.
Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.





