Nikmatnya Kuliner Khas Danau Maninjau
GriyaWisata.com - Berikut ini adalah beberapa makanan khas Danau Maninjau yang hanya dijumpai di sepanjang jalan lintas Maninjau-Lubuak Basuang tepatnya di Kampung Gasang.
1. Pensi
Pensi adalah sejenis remis/ kerang air tawar yang juga hidup di Danau Maninjau memiliki cangkang pipih serta berdaging mungil yang gurih dan kenyal. Pensi dapat diolah dengan 2 cara, tanpa cangkang diolah menjadi gulai untuk lauk teman makan nasi. Sedangkan pensi yang masih memiliki cangkang dapat diolah dengan cara direbus atau ditumis bersama bumbu. Menikmatinya sama seperti menikmati kerang atau tutut, yakni dengan cara mengisap dagingnya agar keluar atau dengan cara dicungkil menggunakan tusuk gigi. Pensi Danau Maninjau diyakini masyarakat setempat mampu meningkatkan stamina.
2. Peyek Rinuak
Awalnya saya mengira peyek rinuak yang berbentuk bulat-bulat itu sudah matang. Namun setelah saya gigit, peyek rinuak itu masih mentah dan rasanya sangat asin. Uni Meli tertawa saat aku melepehnya. Peyek rinuak yang sudah diasinkan ini bisa bertahan lama, hingga beberapa bulan karena telah kering dan diasinkan. Biasanya pengunjung akan membelinya sebagai oleh-oleh. Selain peyek Rinuak asin, ada pula olahan peyek rinuak yang siap santap. Sama seperti peyek pada umumnya, harganya Rp 10.000/bungkus besar, Rp 5.000/bungkus kecil.
3. Rinuak Goreng
Bentuknya mirip bakwan goreng. Cara pembuatannya pun sama seperti membuat bakwan. Ikan Rinuak segar, setelah dicuci bersih dan ditiris diberi bumbu bawang putih, lada, garam dan sedikit tepung beras. Kemudian digoreng, sesendok demi sendok dalam minyak panas. Bakwan Rinuak Goreng dijual dengan harga Rp 2.000/biji. Rasanya yang sangat gurih membuat saya terus menguyah hingga tak sadar 4 biji rinuak goreng telah masuk perrut.
4. Palai Rinuak (Pepes Rinuak)
Palai artinya pepes. Cara pembuatannya pun sama seperti pepes di Jawa. Uni Meli, pemilik warung membocorkan resep Palai Rinuak pada saya. Ikan Rinuak segar dicuci bersih lalu ditiris, kemudian diberi bumbu halus bawang merah, bawang putih, cabai, garam dan lada secukupnya, aduk rata lalu diamkan selama 30 menit. Kemudian tambahkan parutan kelapa dan daun bawang. Setelah itu dibungkus dengan daun pisang, dan ditata berjejer di atas seng lalu diletakkan di atas tungku untuk dibakar dengan nyala api kayu bakar. Palai Rinuak sangat pas dinikmati bersama nasi hangat.
5. Bada Masiak
Bada adalah jenis ikan yang hanya terdapat di Danau Maninjau, karena sampai saat ini belum dijumpai spesies yang sama persis di daerah lain. Bentuknya mirip seperti Ikan Bilih di Danau Singkarak. Jika dibandingkan dengan Ikan Bilih, Ikan Bada ini memiliki sisik yang lebih halus dan lebih terang, dengan hanya sebesar jari kelingking orang dewasa dan panjangnya hanya sekitar 5cm. Dari segi rasa Ikan Bada ini lebih manis dan gurih, bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti digoreng, digulai, dipepes dan yang paling spesial adalah di asapi atau di salai diatas bara api sehingga berwarna agak hitam kekuningan.
Ikan Bada yang keringkan ini lebih dikenal dengan nama “Bada Masiak” atau Bada Kering. Dan ini adalah salah-satu makanan hasil Danau Maninjau yang paling diminati terutama oleh masyarakat yang berasal dari luar Danau Maninjau. Di Jakarta, jangan heran jika satu porsi nya lebih mahal dari Rendang atau pun Dendeng. Karena untuk harga mentahnya di Maninjau Rp 90.000/kilogram. [end]
- Selasa, 7 Juni 2016 14:00
- Selasa, 7 Juni 2016 13:40
- Selasa, 7 Juni 2016 12:10
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Need Help
Iklan Niaga
GriyaMart - Tourism Digital Marketplaces
Rp.450,000.00
TOUR & TRAVEL GUIDE
Tips Mengatasi Gatal dan Sakit Kepala Usai Berlibur di Pantai
Jakarta,GriyaWisata.Com - Beberapa traveler sering mengeluh gatal dan sakit kepala setelah menghabiskan banyak waktu dengan berenang pada saat berlibur di pantai mungkin kutu laut penyebabnya.
Morotai Sebagai Singaporenya Indonesia Timur
GriyaWisata.com - Morotai salah satu pulau di Halmahera, Maluku Utara memiliki wilayah laut yang sangat indah, sehingga memiliki wisata bahari yang sangat berpotensi menarik wisatawan. Morotai akan dikembangkan menjadi pariwisata dunia, sebagai Singapore nya Indonesia Timur.





