Hari ini: Kamis, 7 April 2016 07:28
Barometer Otomotif Terkini

Pemandian Air Panas Semolon Kurang Terawat

Jumat, 11 Maret 2016 10:29
Gambar: Pemandian Air Panas Semolon, Kabupaten malinau

GriyaWisata.Com - Kabupaten Malinau memiliki banyak objek wisata alam yang dapat dijadikan potensi wisata. Namun, Pemandian Air Panas Semolon, salah satu andalan pariwisata Kabupaten Malinau ini, kurang terjaga dan kurang terawat, sehingga teramcam akan mengalami kerussakan.

 

Air Panas Semolon ini berada di Desa paking, kecamatan mentarang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Air Panas Semolon merupakan air yang mengalir yang begitu hangat dan bening, yang dapat memberi tenaga dan menyembuhkan penyakit kulit dan penyakit gatal lainya. 
 
Padan Impung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Malinau, di kantornya, Kamis (10/3/2016) sore, mengatakan, "Terutama di titik-titik tempat semburan air panas mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut diakibatkan oleh tangan-tangan jahil pengunjung tempat wisata ini. Batu-batu di sekitar tempat wisata ada yang dicongkel. Sehingga mengakibatkan intensitas air panas yang keluar berkurang".
 
Menurut Padan, keterbatasan tenaga untuk melakukan kontrol keamanan dan pengawasan, merupakan salah satu faktor penyebab ancaman kerusakan terjadi. Saat ini lanjut Padan, hanya ada dua penjaga tempat wisata seluas kurang lebih 500 hektare ini.
 
Padan mengungkapkan, "Tahun ini, kita akan menambah satu orang lagi untuk menjaga Semolon. Jadi total penjaga keamanan dan pengawasan Semolon sebanyak tiga orang. Ditambah dengan koordinator satu orang, berarti semua 4 orang. Namun demikian, menurut kami sangat masih kurang. Sebab, area yang dijaga cukup luas".
 
Upaya meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh pengunjung, Padan menyatakan, saat ini masih memikirkan cara, di antaranya adalah dengan membatasi para pengunjung untuk bisa sampai ke lokasi sumber air panas Semolon.
 
Padan katakan, "Kan antara sumber air panas dengan air terjun itu cukup jauh. Pengunjung harus menyusuri air terjun selama kurang lebih satu jam untuk sampai di sumber air panas. Nah di situ lah kemungkinan besar kita akan batasi".
 
Dia juga jelaskan, tangan-tangan tidak bertanggungjawab ini, bukan hanya di lokasi sumber air panas, juga merambah sampai di batu-batu air terjun. Selain itu tidak jarang pula, pengunjung mencoret dinding-dinding batu dengan cat.
 
"Apalagi saat musim batu akik tahun lalu, ancaman kerusakan sangat nyata adanya. Bahkan, kita juga sempat menangkap beberapa oknum masyarakat yang melakukan hal tersebut. Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat Malinau yang berkunjung ke Semolon untuk dapat lebih memperhatikan kelestarian alam," tegasnya.
 
Ancaman kerusakan alam juga berasal dari para pemburu dan pencari ikan di anak-anak sungai sekitar Semolon. Kesadaran masyarakat sekitar, merupakan hal utama. Tanpa itu, tidak lama wisata Semolon akan rusak.
 
"Dengan baiknya kondisi tempat wisata Semolon ini, tentu akan menambah pemasukan masyarakat sekitar. Kalau tempat ini rusak, maka masyarakat sendiri yang rugi. Bagi masyarakat yang melihat ada aktivitas mencurigakan di Semolon, langsung saja laporkan kepada kami. Minimal, masyarakat dapat mencatat plat nomor kendaraan pelaku," pinta Padan.
 
Keinginan untuk menempatkan lebih banyak tim keamanan, sebenarnya menjadi prioritas instansinya. Namun, kekurangan anggaran, menjadi salah satu penyebab mengapa hal tersebut sulit untuk diterapkan.
 
"Sudah lama kami menginginkan adanya pos-pos keamanan. Kekurangan dana merupakan penyebab utama tidak dijalankannya program itu. Pertahun, kami hanya memiliki dana sebesar Rp 135 juta sampai Rp 150 juta untuk pemeliharaan Semolon. Mulai dari upah tim pengamanan dan pengawasan, pemeliharaan, kebersihan dan lain-lain menggunakan dana itu," pungkasnya.
 
Pemandian Air Panas Semolon ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Malinau, terancam rusak akibat ulah tangan manusia. 
 
Obyek wisata ini memiliki panorama alamnya yang begitu alami, indah dan asri tanpa dijamah oleh siapa pun. Serta memiliki keunikan, air panas semolon ini di aliri air yang berbentuk tangga dan berbentuk kolam, sehingga sangat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang berwisata ke tempat ini. rt.

 

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.