Hari ini: Kamis, 7 April 2016 00:25
Barometer Otomotif Terkini

Keunikan Mejan Marga Cibro

Rabu, 10 Februari 2016 12:33
Mejan Marga Cibro (Foto)

GriyaWisata.Com - Mejan (Patung) Marga Cibro berada di Pakpak, Kabupaten Dairi. Objek ekowisata ini, sudah masuk dalam cagar budaya, dan memiliki kisah dan sejarah yang unik. 

 

Keberadaan objek ekowisata Mejan Marga Cibro, termasuk wilayah Desa Tuntung Batu, Kecamatan Silima Pungga-pungga, dengan jarak 43 km dari Sidikalang. Keunikan utama yang dapat dinikmati oleh wisatawan adalah budaya, berupa keberadaan Batu Perjanjian Marga Cibro dan Batu Tunggung Ni Kuta. 
 
Sejarah dan kisah tentang Batu Tunggung Ni Kuta/ Pertahanan Desa terletak di bagian gerbang desa Tuntung Batu (dahulu) akan memberikan tanda dengan bunyi berdesing apabila ada sesuatu yang mengancam penduduk desa, termasuk kemungkinan serangan penyakit menular. Lokasi Desa Tuntung Batu yang sekarang gerada sekitar 400 m kearah utara dari lokasi lama. 
 
Dan sementara itu, kisah tentang Batu Perjanjian Marga Cibro merupakan sumber berkah bagi Marga Cibro, sehingga Marga Cibro dahulunya mengelilingi batu tersebut untuk musyawarah dan mufakat dalam berbagai urusan kehidupan sosial budaya. 
 
Sebagai tempat kunjungan yang baik bagi masyarakat bermarga cibro/sibero atau yang memiliki ikatan darah dengan marga cibro/sibero. 
 
Dan menurut penuturan responden bahwa desa Tuntung Batu merupakan desa tertua dari semua desa yang ada di Kecamatan Silima Pungga-pungga dan sekaligus merupakan tempat asal Marga Cibro yang menjadi marga Tarigan Sibero di masyarakat suku Karo. 
 
Dan yang paling unik lagi, pada lokasi ini masih ditemui pohon durian yang berumur lebih dari 200 tahun, dan merupakan induk banyak pohon durian yang telah berkembang di sekitar desa dan ke desa-desa tetangga lainnya. 
 
Sebagai salah satu contoh adalah Kebun nanas yang terpadu dengan kebun durian di Sempung Lumban Sihite kurang lebih 20 km dari Sidikalang, yang telah menjadi lokasi kunjungan wisata untuk menikmati panorama persawahan dengan latar belakang Kawasan Ekosistem Leuser sambil menikmati buah Nanas (tersedia setiap saat) dan buah Durian pada musimnya.
 
Pemilik kebun tersebut mengatakan, bahwa bibit Tanaman Durian tersebut, berasal dari Desa Parongil sekitar 10 tahun yang lalu dan jika Desa Tungtung Batu merupakan desa tertua dan pohon durian yang terdapat disana sebagai durian yang sudah sangat tua juga maka tidak tertutup kemungkinan bahwa Durian di Sempung Lumban Sihite nenek moyangnya adalah dari pohon durian di Desa Tungtung Batu juga.
 
Objek wisata ini sangat potensial dikembangkan menjadi objek wisata budaya, yang tentunya perlu didahului dengan penelitian para ahli sejarah.
 
Sarana jalan menuju objek ini cukup baik, sementara wisatawan dapat melakukan kegiatan kemah/camping di lokasi objek dengan pemandangan yang indah. ray.
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.