Hari ini: Rabu, 6 April 2016 22:49
Barometer Otomotif Terkini

Tapteng: Pulau Putri di Kepulauan Mursala

Kamis, 21 Januari 2016 16:29
Pulau Putri di Kepulauan Mursala Tapanuli Tengah (Foto)

Tapanuli Tengah,GriyaWisata.Com – Jika Traveler sedang berada di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tidak sulit menemukan pemandangan pantai dan laut biru yang masih alami alias belum terjamah oleh tangan manusia.  

 
Ada Kepulauan Mursala yang membentang pulau-pulau indah dan memiliki keindahan pemandangan laut biru yang memesona. Bagi Anda yang benar-benar ingin mendapatkan spot pantai biru, dengan air yang begitu jernihnya memantulkan cahaya seperti kaca. Segeralah ambil cuti beberapa hari dan berangkatlah ke Tapanuli Tengah, lalu menyeberang ke Kepulauan Mursala dengan destinasi menuju Blue Spot Pulau Mursala.
 
Pantainya cukup indah dan bisa terlihat kejernihannya bahkan saat didokumentasikan dengan kamera handphone. Wisatawan tidak dibuat menyesal karena tak harus menggunakan kamera profesional untuk mendokumentasikan pantai ini. Wisatawan yang melompat dan berenang di dalam air pun tetap tidak membuat pasir naik, atau membuat kebiruan pantai memudar. Banyak yang tidak puas jika tidak melompat dari kapal dan berfoto ria di dalam air.
 
Pulau Putri di Kepulauan Mursala, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, misalnya, tidak bisa dikesampingkan. Pasalnya, air lautnya biru memesona bahkan di bibir pantainya.
 
Rasanya tepat sekali, jika pulau tersebut disebut ratu dari sekian banyak pulau di sana. Selain itu, pulau ini paling nyaman dan ramah bagi wisatawan, dengan adanya fasilitas pondok dan warung. Pepohonan rimbun dan pohon kelapa yang bisa dinikmati langsung pun menjadi daya pikat untuk lama bersantai dan berjemur di pinggir pantainya.
 
Ada juga Pulau Bakar, dari kejauhan sebelum mencapai pulau Bakar yang berada di gugusan pulau perairan Sibolga dan Tapanuli Tengah ini sudah menawarkan air laut yang biru. Selain birunya laut sekitar pulau, di sana juga banyak area teduh karena dirindangi banyak pohon kelapa.
 
Pohon kelapa berbaris panjang melintasi pinggiran pantai, sehingga pengunjung yang menyinggahi pulau tersebut dibuat tak kuat iman untuk tidak mengambil buah kelapa mudanya untuk diminum langsung. Tidak sedikit pula pengunjung yang menyusuri pulau untuk mencari kelapa yang jatuh atau menjolok buah kelapa dengan batang kayu.
 
Buah kelapa di pulau Bakar terbilang paling subur dibanding pulau lainnya. Pasalnya beberapa pulau di sana bahkan ada yang tidak ditumbuhi satu pun pohon kelapa. Beberapa pulau, memiliki postur tanah berbeda-beda, malah tidak sedikit pulau berbentuk bongkahan batu raksasa membentuk tebing dan tidak memiliki area pasir. Oleh sebab itu, ada pulau yang bisa disinggahi, ada pula pulau yang hanya bisa dilihat sedari lewat.
 
Pulau Bakar satu di antara pulau di sekitar kepulauan Mursala, yang bisa disinggahi dan cocok untuk area seperti berkemah, kegiatan bakar-bakar seafood atau menggelar permainan untuk rombongan.
 
Sementara Pulau Mursala merupakan pulau terbesar yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Tengah, terletak di sebelah barat daya kota Sibolga dan masuk dalam wilayah Kecamatan Tapian Nauli dengan airnya biru jernih memukau. Pulau ini berada di antara Pulau Sumatera dan Pulau Nias. Luas Pulau Mursala sendiri yang menjadi satu-satunya pulau raksasa, mencapai 8.000 hektar.
 
Tapi, jangan harap Anda bisa melihat hamparan pasir nan luas, pemukiman penduduk hingga aktivitas kehidupan manusia di pulau tersebut. Pasalnya, walaupun paling luas di antara pulau lainnya, Pulau Mursala merupakan pulau dengan benteng tinggi berupa tebing dan bebatuan granit di tiap sudut pulau.
 
Pepohonon rimbun pun tumbuh hingga ke atas bukit-bukit tinggi di tanah Pulau Mursala, sehingga tidak tampak celah kehidupan manusia di dalamnya. Hanya simpang siur adanya masyarakat suku dalam yang berada di dalam pulau dan tidak pernah keluar atau menampakkan diri.
 
Tidak ketinggalan Pulau Kalimantung Ketek yang berada di Kepulauan Mursala, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, juga memiliki pemandangan air laut yang biru dan pasir yang bersih. Warna pasirnya yang sedikit kecoklatan pun membuatnya mirip seperti bedak tabur perempuan. Bahkan, beberapa wisatawan yang bermain pasir dan mengoles-oleskan pasir ke wajahnya pun merasa tak percaya, pasirnya lembut seperti sedang memakai bedak.
 
Ya, pasir lembut itu yang membuat Pulau Kalimantung Ketek tidak boleh dilewatkan saat menyambangi Kepulauan Mursala. Area pasirnya cukup luas dan bersih berkilau. Tidak tampak dahan kayu, patahan kerumbu karang atau sampah di sekitar. Seperti rutin dibersihkan dan dijaga. Padahal, pulau ini tidak ada penghuninya, bahkan wisatawan saja bisa dibilang langka bisa tahu tempat ini. Jadi bisa duduk memandangi air laut biru yang indah sambil menunggu sunset. (GS)
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.