Hari ini: Sabtu, 24 Oktober 2015 08:38
Barometer Otomotif Terkini

Danau Toba Gagal Jadi Geopark Global Network

Jumat, 16 Oktober 2015 08:00

Penyebab gagalnya Geopark Kaldera Toba (GKT) masuk dalam jaringam taman dunia atau Geopark Global Network (GGN) UNESCO akhirnya terungkap. Badan dunia yang mengurusi masalah ilmu pengetahuan dan budaya itu menilai GKT belum matang. Karena itu, dibutuhkan setidaknya 2 tahun untuk melakukan persiapan dan pembenahan sebelum GKT diusulkan kembali ke UNESCO.

 

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD), di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (9/10).
 
FGD tersebut dihadiri 7 kepala daerah se-kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, Dairi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Badan Lingkungan Hidup (BLH).
 
Scientist/Representatif Tim Percepatan GKT Alimin Ginting yang menerima hasil laporan assesor di Jepang mengatakan, assesor menganggap persiapan GKT untuk menjadi member GGN belum matang. Alimin mengatakan, hasil rapat global network Bureau-UNESCO tersebut berlangsung pada 18 September 2015 di San In Kaigan, Jepang. Dalam pertemuan itu, katanya, tim asessor banyak menyinggung soal manajemen pengelolaan.
 
"Mereka meminta diperlukan setidaknya 2 tahun untuk mepersiapkan lagi kalau mau mengusulkan GKT masuk ke dalam GGN. Sehingga GKT menjadi geopark yang kokoh," katanya.
 
Menurutnya, proposal yang akan diajukan harus memiliki masterplan yang cukup rapi. Ia mengatakan, upaya yang harus dilakukan, seperti rencana edukasi terpadu di masing-masing geoarea.
 
Pendidikan ini, katanya, bukanlah hal gampang karena harus memahami masalah kultur, ekosistem, pendidikan anak-anak SD yang harus berkelanjutan.
 
Dalam FGD itu, Alimin menyebutkan ada beberapa hal yang harus dibenahi, seperti panel edukasi yang harus dipahami dengan jelas oleh turis. Menurutnya, panel yang ada sekarang hanya dapat dipahami oleh orang yang berpengetahauan tinggi di bidang geologi.
 
Jadi, katanya, harus ada keterkaitan antara geologi dengan geopark dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
 
"Perlu dilakukan research apa yang diperlukan oleh turis-turis yang datang. Kita juga harus ada network dengan geopark lain. Ada 120 geopark. Jadi kita tahu apa yang dilakukan geopark lainnya," katanya.
 
Achyaruddin, perwakilan dari Kementerian Pariwisata menambahkan, ada 5 hal yang disampaikan assesor melalui surat yang disampaikan kepada Sabrina, yang saat itu perwakilan Pempovsu.
 
Surat yang dikirim 5 Oktober berisikan, di antaranya beberapa catatan yang harus dilakukan Sumut, seperti program pendidikan terpadu untuk masing-masing geoarea, aktivitas-aktivitas geopark harus diadakan di 4 geoarea, perlu waktu untuk mengembangkan wisata budaya.
 
"Buatlah masterplan zonasi pariwisata, pemukiman, pertanian, peternakan untuk 7 kabupaten yang berada di kawasan Geopark Kaldera Toba. Cuma bikin zonasi saja sampai sekarang belum selesai," tegasnya.
 
Dia memaparkan, luas kawasan GKT 3.658 km persegi. Ada 45 geosite yang dibagi ke dalam geoarea dan punya keunikan. Geoarea yang memiliki keunikan, yakni Geoarea Porsea (Tigas Ras, Parapat, Taman Eden, dan Balige), Geoarea Haranggaol (Haranggaol, Tongging, dan Silalahi), Geoarea Sibandang (Bakkara, Tipang, Paranginan, Muara, dan Silangit), Geoarea Samosir (Tele, Pusuk Buhit, Pulau Samosir).
 
"Masing-masing wilayah ada keunikan dan jangan sampai kita kalah dengan Nusa Tenggara Barat dan Jambi yang juga akan mengusulkan kembali ke GGN," katanya lagi.
 
GKT gagal masuk GGN UNESCO. Badan itu lebih memilih Gunung Sewu, Pacitan, Jawa Timur. Keputusan ini keluar dalam konfrensi Asia Pasific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang, Sabtu (19/9).
 
Selain, Gunung Sewu, terdapat situs situs baru lainnya yang masuk GGN, yakni Denhuang di Tiongkok, Troodos di Cyprus, Sitia di Yunani, Reykjanes di Iceland, Pollino di Italia, Mount Apoi di Jepang, dan Lanzarote dan Chinijo Island di Spanyol. (medanbisnisdaily-ramita harja)
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Lengkap Membawa Bayi Naik Pesawat
www.griyawisata.com - Bawa bayi Anda terbang naik pesawat? Bagi orang tua yang akan melakukannya untuk pertama kali, membawa si buah hati naik pesawat bisa jadi pengalaman yang menimbulkan kecemasan.Selain berkonsultasi dengan dokter mengenai kesiapan si kecil, berikut adalah tips dari Traveloka tentang membawa bayi Anda naik pesawat, mulai dari persiapan booking tiket pesawat hingga tips agar si kecil tenang dan nyaman selama di pesawat.Usia berapa bayi aman naik pesawat?Ketentuan tiap maskapai bisa berbeda-beda, ada yang minimum usia 2 hari, ada yang minimum usia 14 hari. Maskapai biasanya akan meminta Surat Keterangan Medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi cukup sehat untuk terbang.Bayi berusia di bawah 2 minggu memiliki risiko lebih besar. Dalam usia dini ini, daya tahan bayi masih sangat lemah dan karenanya rentan untuk terjangkit penyakit seperti batuk atau flu dari orang sekitar di ruang kabin pesawat nanti.

Tips Wisata ke Dubai
JAKARTA, www.griyawisata.com - Wisata ke Dubai memiliki banyak pilihan, dari mulai wisata belanja, taman bermain, hingga sekadar menikmati hotel dan resortnya.Saking banyaknya pilihan, Manager Overseas Promotion (Asia Pacific), Shahab Abdulla Shayan memberi beberapa tips jika ingin wisata ke Dubai saat diwawancara KompasTravel usai acara Experience Dubai Media Gathering, Le Meredian, Jakarta, Rabu (21/10/2015).