Gambar: illustrasi Melihat Gerhana Matahari Total Dengan Teropong
GriyaWisata.Com - Ikhsan, Kepala Seksi Tata Usaha (TU) Stasiun Geofisika Kupang, mengatakan kegiatan teropong bareng warga yang daerahnya dilalui Gerhana Matahari Total (GMT) itu akan dilakukan serentak 19 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Indonesia.
Ikhsan, yang juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika Kupang (SGK) mengatakan, BMKG setempat akan menggelar teropong bareng warga Kota Kupang di kompleks masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima pada puncak gerhana matahari sebagian (GMS), 9 Maret 2016.
Dalam penjelasannya di Kupang, Kamis, (3/3/2016), mengatakan "Kami sudah melakukan uji coba dan di kompleks masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang, sinyalnya bagus dan bisa dibuka 'streaming' agar warga setempat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 9 Maret 2016".
Dia katakan, bahwa semua pengunjung dapat menyaksikan seluruh fase terjadinya gerhana matahari sebagian, melalui video 'streaming' yang telah diuji coba bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia.
Dia juga jelaskan, bahwa karena keterbatasan fasilitas dan tidak stabilnya jaringan telekomunikasi, maka BMKG Kupang hanya menyiapkan satu teropong bagi publik NTT di lokasi pengamatan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 9 Maret 2016 nanti.
Ia mengatakan sesuai dengan kewenangan BMKG yang diatur melalui Undang-undang nomor 31 tahun 2009 tentang BMKG, pihaknya memiliki kewenangan untuk meneliti gravitasi bumi dan tanda waktu.
Sehingga menurut Ikhsan yang terhitung 1 Maret 2016 mendatang akan menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Observasi pada Geofisika BMKG Makassar Sulawesi Selatan itu, pihaknya melakukan penelitian sejak 1 Februari untuk mengetahui medan magnet bumi ketika sinar matahari terhalang oleh bulan.
Dia jelaskan juga, bahwa ketika matahari terhalang oleh bulan, akan diteliti medan magnet bumi terjadi anomali atau tidak. Kemudian juga meneliti gaya gravitasi bumi. Daya tarik gravitasi yang cukup kuat saat bumi dan planet lain satu garis lurus secara vertikal.
Ia menyebut dua jenis pengamatan yang akan dilakukan BMKG yakni untuk keperluan penelitian untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pengembangannya dan untuk pengamatan publik sebagai hiburan dan wisata.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat di wilayah yang akan dilalui GMT agar tidak menatap gerhana matahari pada sentuhan awal 7.00 sampai 8.37 menit.
Kemudian tepat GMT dalam durasi dua menit boleh dipandang langsung namin saat piringan bulan lepas dari piringan matahari pukul 10.00 tidak boleh ditatap karena akan mengganggu retina mata.
Anjurannya khusus wilayah NTT yang akan dilewati GMS, 9 Maret 2016, publik di daerah itu diimbau untuk tidak menyaksikan kejadian ini sebagai fenomena alam secara langsung pada saat itu karena akan berdampak pada kesehatan mata.
Menurut dia, untuk mencegah dampak langsung itu, maka publik di daerah yang akan dilewati gerhana matahari sebagian diimbau untuk menggunakan alat teropong yang dilengkapi dengan filter khusus yang layak untuk melindungi mata dari pancaran gerhana matahari sebagian itu.
"Jangan menggunakan kaca mata hitam biasa, film foto atau film biasa atau film rontgen untuk melihat gerhana matahari saat fase gerhana matahari sebagian karena akan merusak mata kita, kecuali fase GMT apabila melihat langsung tidak berbahaya untuk corona mata," katanya.
Plt Kepala SGK ini mengajak warga masyarakat dari 22 kabupaten di NTT yang ingin menyaksikan atau mengabadikan gerhana matahari tersebut bisa datang ke Kota Kupang.
Sebagai titik awal terjadinya GMT di NTT akan dimulai pada pukul 07.28 di Kota Kupang diikuti daerah Labuan Bajo, Ruteng, Waibakul, Waikabubak, Waingapu, hingga berakhir di Kalabahi Kabupaten Alor dengan durasi terjadinya berbeda-beda mulai tiga menit hingga dua jam lebih. rt.