Hari ini: Kamis, 7 April 2016 06:14
Barometer Otomotif Terkini

Kupang: Kembangkan Ekowisata Mangrove dan Batu Kapala Beach

Minggu, 21 Februari 2016 13:12
Gambar: illustrasi peresmian wisata mangrove oleh walikota Kupang

GriyaWisata.Com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang prioritaskan pengembangan ekowisata mangrove di Oesapa Barat dan Batu Kapala Beach di Nunhila. 

 

Kupang memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata, namun Pemkot Kupang prioritaskan pengembangan pariwisata pada Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat dan Batu Kapala Beach ini menjadi prioritas, karena terkendala dengan lahan. 
 
Menurut Dra. Ester Muhu, M.M, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, menyampaikan hal ini di kantornya, Jumat (19/2/2016). Dikatakannya, tempat wisata di Kota Kupang mulai dari Pantai Lasiana sampai di Tenau. Tetapi karena Lasiana sudah dikelola Pemerintah Provinsi NTT, maka Pemkot Kupang mencari destinasi pariwisata yang lain.
 
Dia mengatakan, "Pak Wali sudah meresmikan ekowisata mangrove di Oesapa. Itu yang harus kita kembangkan. Memang sarana dan prasarana masih kurang. Ke depan, perlu penataan lebih baik sehingga bisa menarik banyak masyarakat di Kota Kupang mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada".
 
Dia jelaskan, bahwa daerah wisata yang juga akan dikembangkan adalah Batu Kapala Beach. Diharapkan ke depan, perencaanaan jalan masuk dibuat lebih baik dari Nunhila sampai keluar di Hotel Kupang Beach. "Memang butuh dana besar. Kalau bisa dibuat jalan seperti di belakang Hotel On The Rock," ujarnya.
 
Menurutnya, di kupang ini masih banyak destinasi wisata seperti Gua Monyet yang sedang dalam proses hukum, tetapi mau dikembangkan. Di samping itu, ada cagar alam Gua Jepang di Liliba, tetapi jalan masuk belum bagus. Sedangkan di Penfui sudah tapi lokasi masih kecil.
 
Dia juga mengatakan, "Informasi tempat wisata budaya harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan agar sekolah di Kota Kupang mengajak siswa mengunjungi tempat wisata budaya. Para siswa harus tahu tempat wisata budaya di Kota Kupang seperti Makam Raja Taebenu, Meriam Jepang, dan lainnya".
 
Untuk sementara beberapa tempat wisata yang ada penerimaannya masuk Kota Kupang. Ada lokasi wisata lain seperti di Kelurahan Tode Kisar yang dikelola Karang Taruna atau LPM. 
 
Ester menjelaskan, harusnya ada Perda khusus untuk pemungutan karcis masuk seperti di Pantai Lasiana, dan Pemkot Kupang, harus tahu status tanah di lokasi pariwisata saat ini seperti Batu Kapala Beach. 
 
"Pemkot Kupang pernah mengembangkan Pantai Batu Nona dan Pantai Nunsui. Dosen-dosen dari Unwira Kupang sudah membuat perencanaan, tetapi tanahnya milik keluarga Mandala dan Makatita. Mereka jual tanah dengan harga Rp 2 juta per meter persegi.
 
"Sudah ada dana sekitar Rp 5 miliar untuk pengembangan Pantai Batu Nona, ternyata harga tanah sangat mahal, sehingga dana dikembalikan kepada pemerintah pusat," ungkap Ester.
 
Dia mengungkapkan bahwa tahun 2015, pihaknya mendapat penambahan sarana di Kali Dendeng dan itu usulan dari masyarakat saat Musrenbang, tetapi Ketua RT tidak bisa meyakinkan masyarakat, padahal Lurah sudah turun. Karena tidak ada kesepakatan dengan warga, maka tidak jadi dikerjakan.
 
Dia jelaskan, Kota Kupang, banyak destinasi wisata yang belum dikelola secara baik karena berbagai kendala. Salah satunya, gua alam di Nunbaum Delha yang tercatat sebagai cagar budaya. Untuk masuk ke lokasi tersebut harus melalui halaman rumah warga. Sama halnya gua alam di Liliba, yang juga masuk melalui halaman gereja.
 
Sementara di Naioni, lanjut Ester, sudah didata oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang, ada batu yang bentuknya antik. Dalam batu itu ada air tetapi untuk akses masuk harus melalui lahan milik warga.
 
Ester menjelaskan, perlu penyelesaian yang baik dengan para pemilik tanah sehingga obyek wisata yang bagus dan bisa dikembangkan oleh Pemkot tidak bermasalah di kemudian hari. Ester mengatakan, dua lokasi yang akan dikembangkan, yakni ekowisata mangrove di Oesapa dan Kapala Batu Beach. Lahan di dua obyek wisata itu milik Pemkot Kupang yang dibangun oleh IFAD. rt.
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.