GriyaWisata.Com - Sri Sultan Hamengkubawono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu 20 Desember 2015 besok akan meresmikan “Jogja Bay” Waterpark.
Bambang Soeroso, Chief Executive Officer (CEO) PT Taman Wisata Jogja Bay Waterpark, selama ini destinasi wisata di Yogyakarta hanya berkutat pada unsur budaya peninggalan sejarah atau heritage dan pesona alam yang natural. Yogyakarta membutuhkan upaya terobosan dalam memaksimalkan kunjungan wisatawan, sebuah inovasi dan strategi destinasi wisata baru yang lebih modern.
Bambang menjelaskan, Jogja Bay, merupakan sarana edutaimen dalam permainan menjawab persoalan minimnya destinasi wisata bergenre rekreasi hiburan keluarga.
Ia berharap, sebuah terobosan yang telah dilakukannya dengan membangun "Jogja Bay" Waterpark, akan bisa menambah semarak sarana wisata di daerah ini.
"Kami merasa bahagia dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi pariwisata Yogyakarta. Apa yang kami kembangkan ini adalah salah satu obyek destinasi baru wisata di Yogyakarta, terlengkap, modern, dan tercanggih di Indonesia," katanya.
Menurut viva, Bambang menggambarkan, betapa Jogja Bay ini menjadi bukti terciptanya sinergi dalam pengembangan dunia pariwisata. Cara seperti ini, harus lebih diseriusi oleh seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata.
“Kompetisi industri pariwisata dunia semakin ketat, apalagi menghadapi pasar terbuka Asia,” ujarnya
Dia menambahkan, Yogya Bay Waterpark, kawasan wisata air yang hadir di Maguwoharjo Depok Sleman seluas 7,7 hektare ini, setidaknya diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pariwisata di Yogjakarta, khususnya wisata rekreasi bagi hiburan keluarga.
"Sarana wisata modern ini dibangun dengan investasi mencapai Rp270 miliar, termasuk untuk infrastruktur pendukung dan modal kerjanya," kata Bambang.
Nantinya, dia mengatakan, waterpark ini akan menjadi wahana petualangan permainan air terbesar, dengan area bermain dan pertunjukan yang dilenggkapi dengan karakter cerita petualang bajak laut.
Tontonan yang menarik juga akan disuguhkan dan menjadi pertunjukan spektakular dengan berbagai efek.
"Seluruh wahana juga di dukung area parkir dan pohon penghijauan seluas 2,7 hektare, menjadikan Jogja Bay sebagai wisata baru yang memiliki nuansa hijau yang asri," kata Bambang.
Jogja Bay Waterpark memang bukan sekadar petualangan air semata, tetapi juga menjadi sarana edutaimen dalam program permainan. Dengan 19 jenis wahana dengan keunggulan program "How to survive in tsunamy and earthquake", Jogja Bay diharapkan akan menjadi taman wisata air yang lengkap, modern dan canggih untuk berpetualang.
Dengan tema bajak laut "Pirates adventure", program-program dalam arena ini dikemas dengan teknologi tinggi yang modern dan mampu menyajikan delapan jenis ombak, termasuk ombak tsunami. Pengunjung tidak sekedar disuguhi tantangan, tetapi juga ilmu dan pengetahuan tentang penyelamatan diri untuk setiap ombak.
"Selain itu, juga disajikan kolam unggulan "rapid river" yang memiliki spot arung jeram, yg belum ada di waterpark lain di Indonesia," katanya.
Setting suasana Jogja Bay dipilih dengan nuansa perkampungan bajak laut yang beriklim tropical lust dan berbagai karakter juga akan diaktualisasikan dalam parade Jogja Bay di Harbour Theater.
Untuk mengemas pertunjukan secara detail, Jogja Bay melibatkan para seniman kostum dari Yogyakarta, Jtoku Indonesia yang merupakan singkatan dari Jogja Tokusatsu Indonesia.
"Kami memang sengaja memilih vendor-vendor lokal di dalam Jogja Bay ini, dan melibatkan kelompok usaha anak muda," ujar Hari Sutrasno, Project Director Jogja Bay menambahkan.
Wahana wisata keluarga terbesar di Indonesia ini dilengkapi dengan bingkai story telling yang memadukan cerita antara latar tradisi Jogja dengan misi kisah petualangan para bajak laut asal Eropa yang mencari sebuah ramuan dan terdampar di tanah Jawa. Alur cerita dituangkan melalui on-site live show, di panggung khusus Ampy theater dengan tribune penonton mencapai 700 orang. Ray.