Ilustrasi
GriyaWisata.Com - Taman kota di Seoul bahkan disulap sedemikian rupa sehingga memungkinkan penduduk segala usia untuk datang, menikmati fasilitas yang terbilang baik, dan menikmati sensasi dan fungsi taman kota sebagai paru-paru kota.
Salah satu taman kota di Seoul yang sangat populer adalah Seoul Forest Park yang memiliki sejarah panjang dan saking populernya banyak juga dijadikan lokasi syuting drama Korea.
Lokasi perburuan para raja - Meski baru resmi didirikan pada 2005, Lokasi Seoul Forest Park memiliki luas 1,16 juta hektar itu, diperkirakan sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Dinasti Joseon menjadikan taman ini sebagai lokasi perburuan para raja. Berbilang tahun kemudian taman ini pernah beralih fungsi sebagai tempat pacuan kuda.
Fungsinya saat ini terbilang lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah kota Seoul menjadikan taman kota ini sebagai paru-paru kota karena memiliki area hutan yang luas, tempat studi ekologi, lalu ada tempat pengembangbiakan sekitar 100 spesies hewan, serta sistem perairan yang terintegritas dengan sungai Han yang membelah kota.
Perlu waktu setahun membangun taman kota ini dan diperkirakan menghabiskan biaya sekitar 235,2 milyar won. Di akhir pekan, banyak penikmat olahraga permainan menjadikan tempat ini sebagai gelanggang pertemuan. Dengan areanya yang luas, selain bisa dibuat sebagai sarana olahraga permainan macam sepak bola, taman ini juga dilengkapi fasilitas lapangan tenis dan basket seperti halnya gelanggang remaja di Jakarta.
Belum lagi banyak sudut yang menyediakan bangku-bangku sebagai saranan pelepas lelah, atau sebagai tempat ngobrol. Masih belum puas? Beberapa pasangan muda banyak yang membawa bekal makanan plus buku bacaan sambil menggelar tikar atau karpet kecil.
Warga dan turis biasa mnegunjungi tempat yang dapat dijadikan pelepas penat, yakni air mancur dan taman bertema. Air mancur di Seoul Forest Park menjadi tempat favorit segala usia, terutama anak-anak karena menampilkan sajian air mancur berkoreografi yang menyala setiap setengah jam sekali dari pagi hingga pukul 5 sore.
Patung bertema hasil karya pemahat dan seniman dengan detailnya - Di area luar taman berderet tempat minum. Oh iya karena temanya lingkungan, tentu saja perlu hati-hati untuk membawa makanan ke area ini. Untungnya tingkat kesadaran penduduk Korea pada umumnya sangat tinggi sehingga sejauh mata memandang hampir tidak ada sampah ditemui.
Karena lokasinya yang luas, cukup banyak rombongan sekolah bahasa yang menggelar camp bahasa di sekitar taman. Rombongan warga senior juga bisa dilihat dimana-mana, berjalan kaki sambil menikmati kesejukan suasana. Pihak pengelola juga menyediakan penyewaan sepeda dan sepeda tandem dengan tarif 3000 won atau hanya skitar 24 ribu rupiah per jam.
Yang paling memukau adalah patung bertema yang merupakan hasil karya para pemahat dan seniman yang dapat dilihat detailnya dari jarak cukup dekat. Ada patung balap kuda, ada pula patung wanita dengan potongan badan, yang baru bisa dilihat penuh siluetnya dengan memandang tegak lurus dari arah depan. Keberadaan taman yang hanya terletak 15 menit dengan berjalan kaki dari stasiun Ttukseom ini terasa istimewa ditengah hiburan rakyat yang makin mahal dan makin modern. Konon ide berdirinya taman kota ini adalah untuk menyamai taman kota negara-negara besar di Eropa, sepertu Hyde Park di London. Kalau melihat banyaknya masyarakat yang datang, rasanya misi dari berdirinya taman kota yang asri dan menyehatkan sudah sangat berhasil. Di sana kita bisa duduk-duduk, ngobrol, sambil menikmati desir angin dan tawa riang anak-anak. (SJ)