Mendaki Gunung Papandayan
GriyaWisata.com - Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, dengan ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa menjadi salah satu pilihan tempat pendakian.
Pendaki dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.
Berikut tips mendaki Gunung Papandayan.
Mata Air
Ketika mendaki Gunung Papandayan, tak perlu khawatir kekurangan air bersih maupun air minum. Jika kekurangan air, pendaki bisa mengisi ulang di pos-pos pendakian seperti Pos Pundak Kawah, Pos Persimpangan Pondok Salada-Hoberhout, dan juga Pondok Salada. Jika ingin membeli, di pos-pos tersebut juga menyediakan air mineral.
Hindari berjalan di tengah kabut
Salah satu daya tarik Gunung Papandayan adalah berfoto di Hutan Mati. Pohon-pohon yang mati karena terkena letusan Gunung Papandayan.
Di sana, kabut kerap turun dan menghalangi pandangan mata. Hindari berjalan di tengah kabut saat berada di Hutan Mati karena akan rawan tersasar akibat kabut yang menghalangi dan medan yang homogen.
Gunakan masker
Gunung Papandayan adalah gunung yang masih aktif memproduksi gas belerang di kawah. Saat melintasi awal medan pendakian yakni Camp David menuju Puncak Kawah, terdapat gas belerang yang bisa terhirup. Gunakanlah masker dari kain atau buff.
Pakai sepatu
Sandal gunung bisa menjadi alternatif alas kaki ketika mendaki gunung. Namun, lebih disarankan untuk menggunakan sepatu yang menutupi mata kaki agar kenyamanan dan keselamatan lebih terjaga.
Di awal pendakian Gunung Papandayan, medan yang ditemui adalah aneka ukuran bongkahan batu yang licin dan tajam. Selain itu, beberapa jalur berkontur tanah gembur. Penggunaan sepatu akan melindungi kaki dari ancaman tergores dan juga membantu mencengkeram tanah.
Logistik pendakian
Makanan adalah hal yang perlu disiapkan ketika mendaki gunung. Jika ingin mendaki Gunung Papandayan, pendaki bisa membeli bahan makanan di Pasar Cisurupan maupun toko serba ada di dekat pasar.
Usahakan untuk tetap membeli lauk pauk bergizi untuk modal energi pendakian walaupun di pos-pos pendakian terdapat warung yang menawarkan makanan. Di warung-warung tersebut, hanya menyediakan makanan-makanan ringan seperti mie instan, kopi, teh, dan juga gorengan.
Transportasi
Saat berangkat dari Jakarta maupun Bandung juga sekitarnya, hal yang perlu diperhatikan adalah transportasi. Pendaki harus terlebih dahulu menuju Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung.
Jika tiba dini hari di Terminal Guntur Garut, pilihan yang dapat digunakan adalah angkutan kota berjenis minibus menuju pertigaan Pasar Cisurupan. Setelah itu, transportasi yang digunakan adalah mobil pikap.
Angkutan kota maupun mobil pikap harus terlebih dahulu penuh sebelum pergi menuju titik-titik tersebut. Harga yang ditawarkan adalah Rp 20.000 per orang. [end]
- Jumat, 15 April 2016 08:01
- Jumat, 15 April 2016 07:01
- Jumat, 15 April 2016 06:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Need Help
Iklan Niaga
GriyaMart - Tourism Digital Marketplaces
Rp.450,000.00
TOUR & TRAVEL GUIDE
Cliff Jumping Di Air Terjun Umar Maya
Lombok,GriyaWisata.Com - Traveler pasti akan terkejut dan terkagum untuk menikmati indahnya panorama air terjun Umar Maya, tepatnya ± 500 meter menuju kearah utara, untuk mencapai air terjun Umar Maya ini wisatawan akan melintasi jalan setapak serta aliran sungai yang diapit oleh tebing bebatuan disisi kiri dan kanan jalan tersebut.
Bersantai Sejenak Sambil Mengenang Masa Lalu Di Omah Kayu
Kota Malang,GriyaWisata.Com - Omah Kayu atau dalam bahasa Indonesia berarti Rumah Kayu merupakan sebuah PENGINAPAN di Malang yang memiliki konsep tradisional terbuat dari papan kayu dan dibangun diatas pohon seperti rumah pohon. Tempat seperti ini cocok untuk bersantai sambil melihat hijaunya pemandangan persawahan yang ada di bawah resor Omah Kayu. (GS)





