Hari ini: Kamis, 7 April 2016 05:45
Barometer Otomotif Terkini

Keroncong Koko Thole Dikenalkan Diantara Generasi Muda

Selasa, 20 Agustus 2013 09:10
Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com - Berjuang diantara jenis musik yang sedang digandrungi anak muda, seniman keroncong Koko Thole beusaha mengenalkan keroncong pada generasi baru.

 
Koko Thole, yang ditemui saat jumpa media konser penyanyi Indra Utami Tamsir, Senin (19/8) malam, mengatakan selama beberapa waktu belakangan, ia berusaha mengajarkan keroncong pada anak-anak muda di Indonesia.
 
"Kemasannya apapun yang paling dekat dengan anak muda. Saya caranya, misalnya pakai lagu Noah, Armada, kita bikin aransemen, iringi dengan keroncong," jelasnya.
 
Cara yang paling dekat menurutnya adalah melalui gitar dan ukulele, alat musik yang kerap dimainkan anak-anak muda. Strateginya, ia mengenalkan jenis musik yang sedang digandrungi anak muda sebelum memberi tahu tentang keroncong.
 
"Promosinya, ibaratnya tipu-tipu dikit. Habis itu kasih tahu keroncong," katanya dan tertawa.
 
Baginya, begitu bersinggungan dengan musik pop, keroncong berusaha mengimbanginya.
 
"Waktu mengiringi musik pop dengan keroncong, kita tidak boleh kaku. Yang penting harmoninya masuk. Kalau nggak begitu, anak muda lari semua," tuturnya.
 
Fleksibilitas keroncong terhadap musik terkini dilakukannya tanpa melanggar pakem keroncong, terdiri dari 28 bar dengan teknik bernyanyi gregel, cengkok, luk, dan embat.
 
Ia pun tidak hanya mengenalkan keroncong terbatas pada pemuda Jawa. Bahkan beberapa penerus keroncong berasal dari Sumatra, katanya.
 
"Keroncong itu bukan milik orang Jawa, tapi Indonesia," kata Tuti Maryati, penyanyi keroncong, saat ditemui di kesempatan yang sama.
 
Meski Koko optimis karena banyak anak muda yang ingin mengenal keroncong, tidak berlaku bagi keroncong langgam Jawa. Langgam Jawa merupakan bagian dari keroncong. Bedanya, bila
 
keroncong terdiri 28 bar, langgam Jawa memiliki 32 bar dan menggunakan bahasa tinggi, seperti kromo inggil, Jawa Kawi, dan Sansekerta.
 
Menurutnya, langgam Jawa sulit menggapai anak muda karena harus berpegang pada pakem-pakem tersebut. Ia mencontohkan, bila salah satu "dilanggar", misalnya dalam hal bahasa, bobot langgam Jawa seperti berkurang.
 
Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada langgam Jawa yang tidak menggunakan bahasa Jawa tinggi. Salah satunya, katanya, "Yen Ing Tawang", yang menggunakan bahasa biasa dan bisa diterima.
 
"Kita nggak usah pura-pura, (langgam Jawa) sulit. Saya aja sebagai pelakunya pesimis, gimana mereka (orang di luar keroncong langgam Jawa). Makanya, penggarapan harus menarik," tutupnya.[ant/bma]
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.