Hari ini: Kamis, 7 April 2016 00:44
Barometer Otomotif Terkini

MBO Libatkan Ratusan Peniup Suling Bambu

Jumat, 13 September 2013 15:30
Ilustrasi (perpustakaancyber)

GriyaWisata.com - Konser suling bambu yang dilakukan kelompok "Molucca Bamboowind Orchestra" (MBO) di Ambon, Rabu malam, menghipnotis puluhan wisatawan asal Australia.

 
Konser yang melibatkan 125 peniup suling bambu berkolaborasi dengan musik tradisional khas Maluku "totobuang" dan "hawaiian" di Lapangan Merdeka tersebut, merupakan yang ke delapan kalinya digelar sejak grup orkestra itu terbentuk 1995.
 
Konser yang dibuka MBO dengan memainkan komposisi musik "St Elmo`s Fire" karya komponis dunia David Foster tersebut, mampu membuat puluhan wisatawan asal Australia yang diundang khusus oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maluku, berdecak kagum.
 
"Luar biasa konsernya. Kami baru pertama kali menyaksikan konser musik tradisional dengan aransemen musik yang apik dan berkelas," ujar salah seorang wisatawan Australia, Des O`Brien.
 
Des O`Brien yang adalah Presiden organisasi veteran tentara persemakmuran (Gull Force) Australia menegaskan, konser suling bambu yang dimainkan ratusan peniup suling dari berbagai generasi tersebut, layaknya sebuah orkestra berkelas dunia.
 
"Kami tidak menyangka akan menyaksikan konser musik tradisional yang sangat luar biasa. Jarang ditemukan kelompok musik tradisional seperti ini," ujarnya.
 
Wisatawan Australia lainnya Irene Schrien mengaku sangat senang dan bergembira dapat menyaksikan konser suling bambu kelompok MBO pimpinan Maynart Reinold Nathaniel "rentje" Alfons tersebut.
 
"Konsernya luar biasa. Awalnya kami pikir hanya konser biasa saja. Ternyata kemampuan musikalitasnya luar biasa, tidak kalah dengan opera atau konser musik modern lainnya," ujarnya.
 
Para wisatawan pun dibuat berdecak kagum dengan kolaborasi ratusan peniup suling bambu mengiringi sejumlah penyanyi yang berbeda aliran musiknya.
 
Para wisatawan Australia yang ikut berbaur dengan ribuan penonton yang memenuhi Lapangan Merdeka tersebut, awalnya tidak menyangka jika alat musik yang dimainkan benar-benar alat musik tradisional yang terbuat dari bambu.
 
Setelah diberikan kesempatan usai konser untuk melihat sendiri berbagai jenis suling yang dibuat sendiri dan ditiup ratusan pemain saat konser, puluhan wisatawan Australia tersebut menjadi kagum.
 
Para wisatawan tersebut mengaku akan berbagi cerita "langka" yang disaksikan dan dinikmati tersebut kepada sanak saudara dan wisatawan lainnya, sekembalinya mereka ke negara asalnya.[ant]
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.