Hari ini: Kamis, 7 April 2016 06:04
Barometer Otomotif Terkini

Nih, Kenapa Tarian Tradisional Mulai Pudar

Kamis, 6 Februari 2014 17:30
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Akademisi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh Cut Zuriana menyatakan, hilangnya keaslian tarian tradisional Aceh akibat dimodifikasi.

"Hilangnya keaslian tarian Aceh salah satunya dipengaruhi oleh adanya pergantian kostum yang tidak menggunakan baju tradisional dan pergantian peran," kata Ketua Program Studi Sendratasik FKIP Unsyiah di sela-sela seminar cagar tradisi Aceh, Rabu.

Dijelaskannya, ketika tarian ranub lampuan yang seharusnya diperankan oleh perempuan namun dilibatkan laki-laki itu sudah mencoreng nilai budaya dari tari tradisional tersebut.

Menurut dia, adanya modifikasi berbagai tarian tradisional dan penggunaan kostum akan berdampak terhadap pemahaman bagi generasi muda di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

"Tarian dan pakaian asli adat Aceh jangan diubah dan kalau dibiarkan lama-lama seni tarian Aceh akan punah dengan sendirinya dan generasi muda akan mengira bahwa berbagai tarian yang disajikan merupakan kesenian tempo dulu," katanya.

Cut Zuriana juga menilai tarian penyambutan tamu yang diiringi dengan pemberian sejumlah uang kepada penari yang memberikan sirih akan menghilangkan indentitas masyarakat Aceh yang dikenal ramah dan sangat memuliakan tamu.

"Kesannya tarian Aceh itu materialis karena harus memberi sedikit uang saat ratunya memberikan sirih ke pada para tamu," katanya.

Sejarawan Aceh Nurdin AR mengatakan banyak nilai-nilai budaya Aceh yang mengandung banyak filosofi yang seharusnya dipertahankan, namun sudah bergeser di tengah masyarakat.

"Boleh-boleh saja kita memodifikasi dengan memberikan nama baru jangan sama dengan nama tarian aslinya," katanya.

Ketua Panitia Seminar Cagar Tradisi Aceh, Rizki Phonna menjelaskan, tujuan diselenggarakan acara tersebut mengingat banyaknya tradisi-tradisi Aceh yang telah punah ciri khasnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya seminar tersebut akan menjadi salah satu upaya mengembalikan citra dan marwah tradisi provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.[ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.