Hari ini: Kamis, 7 April 2016 00:28
Barometer Otomotif Terkini

Tari Baris Landep Bawa Maurif Diharapkan Jadi Ikon Tumpek Landep

Selasa, 20 Agustus 2013 14:55
Ilustrasi Hari Tumpek Landep (rumahretret)

GriyaWisata.com - Dr I Komang Astita, MA, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menciptakan Tari Baris Landep Bawa Maurif yang diharapkan menjadi ikon memperingati Hari Tumpek Landep, ritual persembahan khusus untuk keris pusaka. 

 
"Tari yang menggambarkan proses pembuatan keris hingga menjadi benda yang sakral maupun benda seni itu berdurasi 15 menit yang penampilan perdananya bersamaan dengan kirab 150 keris nusantara," kata Komang Astita di Denpasar, Selasa.
 
Ia mengatakan, tari yang dipersiapkan sejak 1,5 bulan yang lalu dibawakan oleh tujuh seniman dengan gerak tari yang sama berdurasi 15 menit diiringi sekaa gong Kalingga Jaya Banjar Kaliungu Kaja Kota Denpasar.
 
"Tari tersebut tercipta berkat kerja sama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra yang menggelar berbagai kegiatan dalam menyambut hari Tumpek Landep yang akan dirayakan Sabtu, 24 Agustus 2013," ujar seniman andal yang telah menghasilkan belasan karya-karya monomental tabuh dan tari Bali.
 
Pementasan perdana memeriahkan serangkaian kegiatan peringatan Hari Tumpek Landep akan dilakukan di lapangan Puputan Badung, depan Museum Bali Selasa sore (20/8) sebelum Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra membuka kegiatan tersebut.
 
Bersamaan dengan itu juga dilakukan kirab 150 keris nusantara keliling lapangan Puputan Badung dan peluncuran buku berjudul "Jelajah Keris Bali".
 
Komang Astita menjelaskan, proses berkesenian hingga lahirnya tari baris Tumpek Landep berawal dari usulannya kepada pihak panitia Peringatan Hari Tumpek Landep di Kota Denpasar yang ternyata mendapat apresiasi.
 
"Begitu mendapat apresiasi langsung digarap dan telah melakukan latihan selama 1,5 bulan," ujar Komang Astika.
 
Tari baris Tumpek Landep itu merupakan penyempurnaan dari tari Baris Bandana Manggala Yudha yang pernah diciptakannya tahun 1979 atau 34 tahun yang silam.
 
Meskipun tari baris Tumpek Landep itu tercipta berkat kerja sama dengan Pemkot Denpasar, namun tari dipersembahkan kepada masyarakat Bali untuk melengkapi kegiatan ritual tumpek landep yang diperingati setiap enam bulan sekali, ujar Komang Astita.[Ant]
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.