Hari ini: Selasa, 10 Mei 2016 00:25
Barometer Otomotif Terkini

Mengintip Museum Batik Danar Hadi di Jawa Tengah

Rabu, 4 Mei 2016 13:45
Museum Batik Danar

Jawa Tengah,GriyaWisata.Com - Museum ini menjadi tempat untuk mengenal all about batik yang diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002. Museum Batik Danar Hadi menyimpan 10.000 helai kain baik hingga mendapatkan rekor MURI. Kain batik di dalam Museum Batik Danar Hadi ini berasal dari banyak periode, pengaruh kultur, dan lingkungan yang tentunya berbeda-beda. Ada satu koleksi batik yang paling penting di museum ini yaitu koleksi batik Belanda. Batik ini dibuat oleh orang Belanda yang dulunya menetap di Indonesia, sehingga dipengaruhi budaya Eropa. Koleksi kain-kain di dalam museum merupakan koleksi pribadi H.  

 
Santosa Doellah yang juga pendiri dari PT Batik Danar Hadi. Di belakang Museum Danar Hadi, terdapat juga kompleks pabrik batik tulis yang bisa dikunjungi wisatawan.
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Willem Sigar Mulai Mendaki Gunung Semeru
Lumajang,GriyaWisata.Com - Pendaki maraton gunung solo Willem Sigar Tasiam melanjutkan pendakian ke Gunung Semeru. Siang disertai hujan gerimis di base camp Ranu Pani.

Kendaraan Dari Jakarta Padati Jalur Anyer Ke Pantai
GriyaWisata.com - Liburan long weekend, wisata Tanjung Lesung ramai pengunjung, hingga jalur dari Anyer sampai Pantai Carita tidak sanggup menampung luapan kendaraan dari Jakarta. Begitu pun dari Carita ke Tanjung Lesung, kendaraan padat merayap susul menyusul.