Hari ini: Selasa, 5 April 2016 23:36
Barometer Otomotif Terkini

Rusaknya Lingkungan Akibat Tambang BatuBara, Harimau Turun Gunung

Minggu, 31 Januari 2016 11:29
Rusaknya Lingkungan Akibat Perusahaan Tambang Batu Bara, Harimau Turun Gunung (Foto)

Bengkulu,GriyaWisata.Com - Teritorial harimau di Bengkulu kini sudah berubah drastis. Keadaan tersebut telah menekan harimau sumatera untuk mencari teritorial baru dan masuk ke pemukiman warga untuk mencari mangsa. Sehingga, menyebabkan konflik manusia dengan harimau untuk mencari mangsa. 

 
Manager Kampanye dan Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu Sony Taurus mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, sekira 57 harimau sumatera di Bengkulu turun gunung. Hal terjadi lantaran adanya kerusakan hutan yang menjadi wilayah jelajah harimau.
 
Dari 57 harimau yang terdata, ada 40 ekor harimau yang berkeliaran di wilayah hutan Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong dan Rejang Lebong. 12 ekor berkeliaran di wilayah hutan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Seluma. Dan lima ekor lainnya berkeliaran di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur, papar Sony.
 
Ia menjelaskan, di Semidang bukit kabu telah mengalami kerusakan cukup parah, dari luas sekira 9.035 Hektare (Ha) 75% diantaranya rusak dan gundul. Kerusakan Semidang Bukit Kabu diduga tidak lepas dari perusahaan tambang batu bara yang ada di sekitarnya.
 
Sepanjang dua tahun terakhir, konflik manusia dan harimau di sekitar kawasan Semidang Bukit Kabu, sedikitnya ada tujuh warga yang mengalami serangan harimau, yakni; lima dari warga Desa Sekalak dan dua warga dari Desa Talang Beringin, Kabupaten Seluma.
 
Bahkan, kata dia, harimau juga mengancam masyarakat di desa sekitar Taman Buru Semidang Bukit Kabu. Seperti di Desa Lubuk Resam, Talang Beringin, Puguk, Sekalak di Kabupaten Seluma dan Desa Kuta Nyiur di Kabupaten Bengkulu Tengah.
 
Alih fungsi kawasan hutan menjadi areal pertambangan batu bara, mengakibatkan luas hutan yang menjadi habitat harimau sumatera, terus berkurang dan mengalami kerusakan, tutur Sony. Ia menambahkan, kerusakan kawasan hutan di sembilan Kabupaten di Bengkulu telah mencapai 26,7%, dari total luas yang terdapat di Hutan Konservasi, Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi. Sehingga, populasi harimau sumatera saat ini diperkirakan hanya tersisa sekira 400-500 ekor. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Ini Dia Tips Hasilkan Uang Selama Traveling
GriyaWisata.com - Bagi banyak orang Indonesia yang menyukai traveling, dibayar untuk melakukan perjalanan adalah sebuah pekerjaan impian.

Menikmati Nirwana Keindahan Bawah Laut di Teluk Buyat
Sulawesi Utara,GriyaWisata.Com - Khusus para traveler yang senang dengan menyelam ataupun snorkeling coba saja di Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara dan akan menemukan keindahan bawah laut nan menawan.