Hari ini: Jumat, 4 Maret 2016 17:42
Barometer Otomotif Terkini

Taman Sari Gua Sunyaragi Peninggalan Sultan Cirebon

Sabtu, 21 Mei 2011 01:35

GriyaWisata.Com-Jika kita ingin melihat sisa-sisa kejayaan masa lalu keraton Cirebon, mampirlah ke Taman Sunyaragi, atau biasa disebut dengan Gua Sunyaragi. Tamansari Gua Sunyaragi atau biasa dikenal dengan sebutan Gua Sunyaragi saja, adalah bekas tamansari pesanggrahan dari kraton Kasepuhan yang berfungsi utamanya untuk menyepi atau berkhalwat, sesuai dengan namanya, sunyaragi yang berarti tempat untuk menyepi atau mengasingkan raga (sunya berarti sepi dan ragi berarti raga).

Sebutan Gua dalam hal ini bukanlah gua alam, melainkan gua artificial. Dengan kata lain gaya arsitektur tamansari ini banyak menyerupai gua dan itulah yang menjadi daya tarik utama dari tamansari gua Sunyaragi. Dari bagian-bagian yang tersisa wisatawan pun dapat menyimpulkan, bahwa dahulu gua gua Sunyaragi banyak dihiasi air, bahkkan ada sebuah tempat berkholwat yang bertiraikan air terjun. Selain itu ada juga tempat berkhalwat menuju Tiongkok dan menuju Mekah.

Aroma kemegahan langsung terasa, begitu kita menjejakkan kaki di pintu masuk Taman Sunyaragi. Susunan batu-batu yang tidak teratur, namum menampakkan kegagahan dan kepongahan taman sari ini, yang merupakan salah satu bagian bangunan kerajaan di masa lalu. Tamansari Sunyaragi adalah salah satu peninggalan sejarah di Kota Cirebon, setelah Keraton-Keraton, seperti Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Masjid Walisangan Ciptarasa. Letaknya yang berada ditengah-tengah kota Cirebon, yaitu di Jl.Brigjend. A.R.Dharsono, menjadikan bangunan bersejarah ini sangat mudah sekali dijangkau. Barangkali kalau mau bertanya, niscaya hampir seluruh masyarakat kota Cirebon akan mengenalnya.

sunyaragi1Luas situs ini kurang lebih 1,5 Ha, dan merupakan peninggalan para Sultan Cirebon. Menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon, Tamansari Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh oleh Pangeran Kararangen. Sedang Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya Carbon sendiri. Tamansari Sunyaragi telah beberapa kali mengalami perbaikan, yang pertama adalah; pada tahun 1852 M yaitu zaman pemerintahan Sultan Syamsudin IV, setelah dilanda kerusakan oleh serangan Belanda pada tahun 1787 M, bangunan ini direnovasi untuk yang pertama kali. Yang kedua adalah pada tahun 1937 - 1938 M pernah dipugar oleh Pemerintahan Belanda yang pelaksanaannya diserahkan kepada seorang petugas Dinas Kebudayaan di Semarang, Krisjnan namanya.

Pada zaman Orde Baru, dimana tengah dilaksanakan pembangunan nasional, maka Pemerintah dalam hal ini Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Direkorat Jenderal Kebudayaan, memugar taman ini secara keseluruhannya sejak tahun 1976 sampai tahun 1984. Setelah selesai pemugarannya, pengunjung Tamansari Sunyaragi semakin meningkat, baik kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, maupun wisatawan asing. Dan kondisi sekarang ini, keadaannya cukup memprihatinkan, selain kebersihannya kurang terjaga, rumput ilalang banyak tumbuh disana-sini, juga bangunan-bangunan yang ada mulai terlihat tergerus oleh panas dan hujan.

Sunyaragi5sunyaragi6Seperti layaknya sebuah keraton, begitupun dengan Tamansari Sunyaragi, terdiri dari bagian-bagian yang sangat luas dengan fungsinya masing-masing. Bagian pertama adalah Gua Pengawal, gua ini adalah sebagai pusat para prajurit yang bertugas mengawasi keadaan Tamansari. Bagian kedua adalah Bangsal Jinem, tempat ini biasanya dipergunakan sebagai tempat pertemuan tamu-tamu keraton yang mengunjungi tamansari. Bagian ketiga adalah Gua Peteng, gua ini memang keadaannya sangat gelap sekali, makanya dinamakan gua peteng. Dulu, para pangeran dan para sultan banyak lelaku, dan lelaku-lelaku itu biasanya dilakukan di Gua Peteng. Bagian keempat adalah Gedung Penembahan, yang terdiri dari ruang kaputran-tempat bersoleknya para Pangeran, dan ruang Kaputren-tempat bersoleknya para Putri Keraton.[kll]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Ini Tipsnya Jika Anda Tidak Dapat Hotel di Gerhana Matahari Total
GriyaWisata.com - MUNGKIN saat ini travelers susah mencari hotel di Belitung saat Gerhana Matahari Total. Tapi, travelers bisa mencoba untuk mencari penginapan.

Ini Dia 6 Hal tentang Menginap Bersama Bayi di Hotel
GriyaWisata.com - Jika Anda telah memiliki anak, bepergian tidak lengkap rasanya tanpa mengajak mereka. Tentu saja, Anda ingin merasakan pengalaman petualangan seru bersama anak Anda. Namun, konsekuensinya perjalanan Anda akan lebih merepotkan, termasuk saat menginap di hotel, terutama jika sang anak masih bayi.