Griyawisata.com, Proses Initial Public Offering (IPO) saham PT. Garuda Indonesia Airlines akan dipercepat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama GIA, Emirsyah Satar dalam paparannya di mini expose BEI, Jumat (26/11). Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 11 Februari 2011.
Menurut Emirsyah kekacauan dalam sistim yang menyebabkan kekacauan jadwal Garuda tak akan menganggu IPO. "Kami akan berusaha agar keadaan itu tak terulang kembali," kata dia.
Emirsyah juga berharap bahwa dalam IPO tersebut Garuda bisa mendapatkan dana antara US$ 300 juta hingga US$ 400 juta. Penjamin emisi Garuda adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, menambahkan, selain GIA, hadir juga emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, serta konsultan dan akuntan. "Jadwal sementara, tentatively listing 11 Februari 2011. Mereka juga akan roadshow 17 sampai 28 Januari," ungkapnya.
Eddy membenarkan bahwa Garuda akan melepas 30 persen saham ke publik termasuk 10 persen milik Bank Mandiri yang siap langsung dilepas saat listing. "Nilainya belum bisa disebut. Tidak disebutkan juga di sini (materi mini exposenya)," terusnya.
Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati pelepasan 40 persen saham GIA dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 30 persen dan sisanya dilakukan ketika butuh dana tambahan. Dari pelepasan saham itu ditargetkan perolehan dana mencapai Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun. [jp/ms]
| < Prev | Next > |
|---|








