Griyawisata.com, Tattoo sebenarnya sudah ada dan menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia sejak ratusan tahun lalu, terutama pada suku pedalaman di beberapa pulau. Meskipun begitu, tattoo di Indonesia kerap kali dipandang sebagai suatu hal yang negatif.
Orang - orang bertato sering diidentikkan dengan Kriminalisme dan Premanisme. Padahal tattoo itu sendiri merupakan bagian dari seni menghias tubuh dan lebih dari itu, tattoo mempunyai makna atau simbol tersendiri bagi mereka sang pemiliknya.
Berbeda dengan body painting yang hanya mewarnai tubuh dengan cat air, tattoo berarti menanamkan tinta pigmen berwarna ke lapisan kulit teratas dalam bentuk gambar maupun tulisan. Tattoo bukanlah sekedar seni maupun tren gaya hidup, tapi lebih merupakan suatu pilihan yang di dalamnya juga banyak mengandung resiko.
Masalah kesehatan menjadi yang paling sering disoroti dari karya seni ini, karena rentan terhadap serangan bakteri dan virus, seperti HIV yang bisa tertular melalui pemakaian jarum yang dipakai secara bergantian.
" Penyesalan " sering terucap dari para pecandu tattoo, oleh sebab itu kini banyak cara ditempuh untuk menghilangkan tattoo dari tubuh pemiliknya, termasuk dengan menggunakan laser atau krim Rejuvi. Jadi, pikirkanlah matang-matang sehingga kamu tidak menyesal dikemudian hari. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk ditattoo.
Tapi satu hal yang pasti, hanya sekedar ikut-ikutan atau karena lagi tren, bukanlah alasan yang bijak bagi seseorang memutuskan memiliki tattoo.
Tips - tips yang perlu diperhatikan sebelum merajam tubuh kamu dengan jarum elektrik diantaranya:
1. Yakinkan diri kamu dan minta pendapat orang terdekat, seperti Orang Tua.
2. Pilih Gambar maupun tulisan yang memang sangat berarti dan mempunyai makna mendalam untuk hidup kamu.
3. Pilihlah studio Tattoo profesional, meskipun sedikit mahal asalkan kualitasnya baik.
4. Pilih dan pastikan peralatan yang digunakan peralatan baru dan steril, karena ini menyangkut masalah kesehatan kamu.[wlmn/Zamrut]
| < Prev | Next > |
|---|








