Griyawisata.com, Meski tergolong minoritas, pelaksanaan tapa brata penyepian umat Hindu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/3), berlangsung khidmat. Pelaksanaan ritual berlangsung tertib, karena diawasi petugas keamanan banjar (Pecalang).
Berada di tengah-tengah kelompok mayoritas, tidak mengurangi niat umat Hindu di perkampungan Bali di kawasan Cakranegara, Mataram, untuk melaksanakan tapa brata penyepian dengan khidmat. Mereka melaksanakan tapa brata penyepian di banjar, sejak Sabtu (5/3) pukul 24.00 atau pukul 00.00 tadi malam. Tidak seorang pun melintas, hanya sejumlah keamanan banjar (pecalang) mengamankan jalannya pelaksanaan Nyepi.
Hari Raya Nyepi bagi kalangan umat Hindu, merupakan perenungan dan instropeksi diri, dengan melakukan tapa brata penyepian. Selama proses penyepian berlangsung, umat Hindu dilarang menyalakan api atau lampu (Amati Geni). Mereka juga tidak bekerja atau melakukan aktvitas lain, selain membaca kitab suci (Amati Karye).
Umat Hindu juga tidak melakukan perjalanan atau bepergian keluar rumah (Amati Lelanguan) dan tidak makan minum, atau melakukan aktivitas masak memasak (Amati Lelungan). Proses penyepian akan berakhir Ahad (6/3), tepat pukul 24.00 WIta, tengah malam nanti. [vense]
| < Prev | Next > |
|---|








