Di berbagai sudut bukit tampak rerumputan menghampar. Di sanalah lahan-lahan pekuburan tertata rapi sedemikian rupa, dengan berbagai ukuran dan bentuk. Malah, beberapa makam menyuguhkan desain dan arsitektur yang khas. Di kawasan lahan pekuburan Muslim misalnya, sebuah lahan kuburan keluarga dibangun menyerupai gazebo bergaya minimalis yang dikelilingi taman. Lahan pekuburan ini berada di puncak sebuah bukit. Di bawahnya berjajar pula kuburan-kuburan Muslim yang didesain asri.
Khusus untuk pekuburan Muslim, pihak SDH kini tengah membangun area taman yang dinamakan Five Pilar Garden. Penamaan ini merujuk pada 5 Rukun Islam. Jadi, konsep dan desain taman dan bangunannya akan tetap mengacu pada 5 Rukun Islam dan lahannya akan mengarah ke kiblat. Taman ini dibangun di atas lahan 25 hektar.Selain pekuburan Muslim, di sudut lain terlihat pula lahan pekuburan khusus untuk umat Nasrani, warga Tionghoa, dan pekuburan untuk pahlawan. Sejumlah pekuburan ini ditata sesuai dengan selera pemilik lahan.
Setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang ke tempat unik ini. Biasanya mereka datang ke SDH untuk berziarah kubur atau berkonsultasi seputar kavling kuburan. Pemilik kavling kuburan di SDH rata-rata dari keluarga mapan, yang menginginkan kenyamanan, ketenangan, dan kebersihan saat berada di pemakaman. Hal ini merupakan pertanda rasa sayang, cinta, dan penghormatan bagi keluarga yang dimakamkan di pekuburan ini.
General Manager SDH, Edward Dani Suhanda mengemukakan alasan dibangun SDH. Menurutnya, paradigma umum soal makam tak selamanya menyeramkan dan terkesan menimbulkan kesedihan. SDH adalah buktinya. SDH dibuat untuk sedemikian rupa agar makam pun bisa mendatangkan kesan senang dan bahagia. Demikian juga bagi para peziarah makam, mereka tak akan terganggu situasi di pemakaman pada umumnya, misalnya banyaknya pengemis. “Di Indonesia kekerabatannya sangat tinggi ketimbang di luar negeri. Kalau di luar negeri rata-rata puluhan orang yang mengantar jenazah ke makam, di Indonesia jumlahnya bisa ratusan. Oleh karena itu, SDH menyediakan fasilitas tempat yang cukup luas untuk menyambut kedatangan mereka,” kata lelaki yang lebih akrab dipanggil Edo.
SDH mulai dibangun pada Juli 2006 dan diresmikan pada Januari 2007, dengan menyiapkan lahan seluas 500 hektar. Beragam fasilitas tersedia di tempat ini. Di antaranya; Chapel Square [area untuk menyambut tamu dan pengunjung], restoran bergaya Italia, kolam renang, taman dan gazebo, toko bunga dan cinderamata.
Tak kalah menariknya, di SDH terdapat danau buatan seluas 8 hektar, bernama Lake Angeles. Danau ini bisa digunakan untuk rekreasi air, seperti berdayung dan memancing. Tak hanya itu, di SDH pun terdapat fasilitas jogging track dan olahraga bersepeda. Sedangkan rencana berikutnya, SDH akan dilengkapi guest house bagi tamu-tamu yang ingin menginap atau beristirahat.
Keindahan pemakaman SDH menarik perhatian banyak orang. Tak hanya sebagai tempat pemakaman dan lokasi wisata, tetapi juga sebagai lokasi alternatif untuk resepsi pernikahan, pemotretan pre wedding, perayaan ulangtahun, syuting film dan video klip, serta beberapa acara pertemuan. Lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, membuat SDH disukai orang-orang yang membutuhkan relaksasi. Untuk memperindah dan membuat teduh kompleks pemakaman, di SDH kini sedang ditanam sekira 4.000 pohon pinus. Penanaman pohon pinus ini merupakan bukti pencanangan ‘go green’ yang belakangan ini sering didengung-dengungkan. Jika pohon-pohon ini tumbuh dewasa, kelak SDH menjadi area pemakaman yang sejuk, teduh, dan kian indah [bnsr/ms]
| Next > |
|---|








