GriyaWisata.Com-Benteng Duurstede berada di belakang Kota Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dengan pemandangan yang sangat indah, namun sekarang dibiarkan terbengkalai. Jika mengunjungi Pulau Saparua, belum lengkap rasanya kalau belum mendatangi Benteng Duurstede. Duurstede merupakan sisa sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari perjuangan rakyat menumpas penjajah di bumi Maluku.
Hanya memakan waktu 50 menit pada saat laut tenang, dengan menggunakan speedboat menuju Kecamatan Saparua, Kabupaten Malteng. Namun pada saat bergelombang jarak tempuh bisa 60 menit - 75 menit. Masyarakat umum yang hendak ke Saparua bisa juga menggunakan transportasi laut berupa kapal kayu atau speedboat dengan muatan antara 10 - 12 orang yang dihitung Rp 30.000 per orang.
Terdapat beberapa gedug didalam benteng yang sudah rusak termasuk Gedung Diorama Perjuangan Pattimura yang sudah hampir setahun ini tidak ada lampunya.
Di belakang kota Saparua terdapat benteng peninggalan Belanda yang direbut pahlawan nasional Thomas Matulessy tersebut, yang lahir di Haria, Pulau Saparua, Maluku tahun 1783.
Pada masa hidupnya dia mengalami pergantian masa pemerintahan dari Belanda ke Inggris ditahun 1798. Pada masa pemerintahan Inggris, Pattimura ikut militer dan memperoleh pangkat sersan. Tidak lama kemudian, Belanda kembali berkuasa di kota Maluku dan penduduk mengalami penderitaan, karena dipaksa kerja rodi dan memberikan hasil rempah-rempahnya kepada Belanda.[tn]
| < Prev | Next > |
|---|


