Bukan hanya karena keunikan bukit yang terdiri dari susunan batu-batu besar sehingga tempat ini begitu dikenal dan sering dijajaki para pelancong, namun ada ikatan cerita sejarah masa lampau yang membuat kawasan itu makin sering dikunjungi warga, khususnya di dua daerah yang bertetangga ini.
Tjilik Riwut dalam masa pertumbuhannya hampir tidak pernah melupakan Bukit Batu. Dalam usia yang masih belia, Tjilik Riwut biasa pergi meninggalkan teman bermainnya untuk menuju Bukit Batu yang jarak dari tempat tinggalnya sekitar 15 Km.
Tjilik Riwut berjalan menuju Bukit Batu untuk melakukan apa yang dulu pernah dilakukan oleh ayahnya, Riwut Dahiang. ‘Petunjuk’ yang pertama diperoleh Tjilik Riwut adalah diminta menyeberang laut menuju Pulau Jawa.
Hampir sulit ‘petunjuk’ itu dilaksanakan, karena pada jaman itu, transportasi di Kalimantan masih sangat minim, sehingga bisa dikatakan mustahil, apalagi harus ditempuh dari Desa Kasongan di mana Tjilik Riwut lahir dan tinggal.[ygs/tn]
| < Prev | Next > |
|---|


