GriyaWisata.Com-Kegunaan sapi bagi petani, bukan hanya sebagai penarik bajak untuk mengolah lahan pertanian. Tetapi sapi pada masa itu juga dijadikan sebagai alat transportasi yang dinamakan dengan sapi pajikaran, sapi yang digunakan untuk menarik pedati. Sapi betina berperan pula sebagi sapi pangorbi ( induk betina ) untuk diambil anaknya (keturunannya) karena kualitas yang bagus. Kualitas sapi dapat dilihat dari bentuk tubuh , warna kulit dan kesehatannya. Sapi betina bagi petani merupakan investasi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mendadak yang mendesaknya. Anak sapi setelah dirasa cukup besar, biasanya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Sapi sebagai bagian kebutuhan penting dalam kehidupan petani membawa pengaruh terhadap budaya hidup petani di Madura. Selain sapi dijadikan alat bantu pertanian, sapi tersebut juga dapat dimanfatkan untuk hal – hal lainnya. Yang akan dibahas di bawah ini adalah sapi sebagai hiburan, yaitu sapi sono’.
Sebagian besar masyarakat Pulau Garam menganggap sapi adalah bagian dari budaya. Karena itu pula setahun sekali diadakan event besar di sana. Yaitu sapi sono dan karapan sapi.
Kendati demikian, pada umumnya orang lebih mengenal karapan sapi daripada sapi sono. Padahal, kontes sapi betina ini juga termasuk salah satu warisan budaya.
Menariknya pada ajang sapi sono ini, 24 pasang sapi-sapi betina dari berbagai umur, dihias bak ratu kecantikan dengan dandanan menarik. Mulai dari kain beludru merah dan juga kuning, kayu ukir bentaos dari Karduluk (sentra ukiran Sumenep), juga tak ketinggalan kelintingan (bebunyian). Semua dipersiapkan para tongkok (joki, red), guna menambah indah suasana saat sapi sono melintas di atas catwalk sepanjang 25 meter.
Tak hanya itu yang dilakukan. Dalam pertunjukan sapi sono selalu dipadukan dengan iringan kesenian musik saronenan. Sebuah musik khas Madura yang di antaranya terdiri atas bunyi-bunyian selompret dari kayu jati.
Iringan musik saronen inilah menambah menariknya suasana sapi sono. Sehingga tidak hanya sapi yang dihias seperti pengantin, tetapi kelompok pemusik saronen juga dihias dengan seragam warna-warni.
Kontes sapi sono’ tidak kalah menariknya dengan kerapan sapi dan sapi yang menang dalam kontes sapi sono’ juga memiliki harga jual yang cukup mahal. Perawatan dan latihan yang diberikan memerlikan biaya yang mahal seperti layaknya perawatan pada sapi kerapan. Tradisis ini masih terus berlangsung, meski dalam kontesnya tidak seramai penyelenggaraan kerapan sapi. Keberadaan sapi sono’ menandakan kentalnya budaya tradisi Madura yang berhubungan dengan sapi. Sekaligus menguatkan bahwa sapi merupakan hewan yang paling banyak dipelihara oleh petani Madura.
Lestarinya sapi sono’ , menandakan pula lestarinya teknik - teknik pemeliharaan dan perawatan sapi Madura. Secara langsung , lestarinya sapi sono’ merupakan upaya pelestarian jenis sapi betina yang memiliki kualitas bagus. Pada gilirannya akan mampu mempertahankan jenis sapi Madura, sebagai jenis lokal yang berkualitas unggul.
Pelestarian sape sono’ juga menandakan kecintaan petani Madura terhadap hewan peliharaan yang banyak membantu meringankan pekerjaan petani saat menggarap lahan pertanian.
Dilihat dari nilai investasi , sapi sono’ merupakan salah satu cara menjaga kualitas sapi serta meningkatkan nilai jual yang berarti pula dapat meningkatkan perekonomian petani.[lwg]
| < Prev | Next > |
|---|


