GriyaWisata.Com-Semilir angin pagi membawa mata menatap keindahan bukit pegunungan di sebelah barat Kabupatren Tasikmalaya. Hijau berselimut awan tipis memaksa insan untuk menggapai. Garis-garis urat pegunungan menciptakan sebuah kekokohan alam semesta yang tidak tertandingi oleh sesuatu apapun.
Objek wisata Gunung Galunggung merupakan asset pemkab Tasikmalaya yang tidak ternilai harganya. Sehingga untuk menjaga kelestarian alam Galunggung pemerintah khususnya Dinas Pariwisata banyak mengembangkan berbagai macam program perubahan yang dapat menarik minat wisata masyarakat.
Pengunjung dimanjakan oleh sarana dan prasarana wisata yang sudah mulai lengkap seperti sarana bermain anak, kolam renang, bak rendam, tempat pertunjukan dan aneka macam jajanan. Untuk pengunjung yang ingin menikmati indahnya pemandangan Kota Tasikmalaya dapat dilihat dari arah kawah dengan menaiki tangga yang membentang diantara perbukitan. Performance dari sarana tersebut juga mulai terlihat dari penataan-penataan yang cenderung lebih tertata rapih sehingga pengunjung dibuat nyaman, aman dan damai.
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektar di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas. Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 - 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.
Gunung galunggung pertama kali meletus tanggal 18 Oktober tahun 1822 dengan getaran yang menyertainya sebesar magnitude 4,8. Korban meninggal 4,011 orang dan merusak 114 kampung. Tanggal 5 April tahun 1982 bertepatan dengan hari Senin terjadi letusan lagi beberapa kali sampai bulan Januari tahun 1983, getaran yang menyertainya bermagnitude 4,4. Korban meninggal dunia sebanyak 68 orang dan merusak 22 kampung. Korban yang meninggal kebanyakan akibat tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas waktu mengungsi, kedinginan, atau kebawa banjir.
Untuk daerah kota hampir tidak ada kerugian fisik, kecuali daerah-daerah yang dilalui sungai seperti sungai Ciloseh, Cikunir, Ciwulan desb. Tidak sedikit rumah rumah yang ada disekitar sungai tersebut yang rusak, karena sungai tersebut membawa lahar dingin yang meluap.
Namun dibalik kerasnya dan ganasnya galunggung, sekarang memberikan banyak keindahan yang dapat kita nikmati bersama. Kini semua telah di ganti oleh pesona galunggung yang banyak menarik wisatawan. Dari pesona alamnya, sampai sejarah yang menceritakan kegentingan dan dahsyatnya galunggung kala itu.
Ketika kita mendaki ke arah puncak galunggung, kita akan melihat danau kawah. Kawah ini terbentuk karena letusan Gunung Jadi (Anak Gunung Galunggung di tahun 1982). Saat ini kawah ini menjadi salah satu objek wisata di kawasan Tasikmalaya sebelah Barat. Di tahun 1990-an, kawah ini pernah mengkhawatirkan masyarakat Tasikmalaya, karena ditakutkan jebol.
Hal ini terjadi karena air kawah terus-menerus meluap ke atas. Untuk menanggulangi hal ini pemerintah kabupaten Tasikmalaya memasang alat penyedot air di dasar kawah sehingga saat ini (seperti tampak pada gambar) airnya relatif bisa dikendalikan, dan tidak menyebabkan luapan yang membahayakan. Didasar tengah-tengah genangan air kawah Galunggung terdapat dua buah gunung kecil yang menyembul di permukaan air. Gunung tersebut dianggap aktif sampai saat ini.
Kebanyakan pengunjung obyek wisata Galunggung adalah wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara masih di bawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun.
Melihat potensi daya tarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup strategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya obyek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yang profesional. [kll]
| < Prev | Next > |
|---|

