GriyaWisata.Com-Virus Afian Influenza (AI) atau Flu Burung, kini bisa dikendalikan dengan obat tanaman herbal temulawak. Kandungan tanaman ini dapat menghambat perkembangan virus A1. Demikian disampaikan Kepala Departemen Patologi, Prof Bambang Pontjo Priosoeryanto, di sela-sela Simposium Temulawak Internasional ke 2 di IPB International Convention Center, Kota Bogor.
Langkah penelitian Bambang dengan memisahkan sampel unggas. Sampel pertama diberi temulawak, sedang sampel kedua tidak diberi. Setelah satu bulan, kedua sampel disuntik dengan virus Avian Influenza (AI). Kemudian Bambang melakukan pengamatan. Berdasar penelitiannya , unggas yang diberi temulawak lebih lama bertahan hidup daripada unggas yang tidak diberi temulawak. “Meskipun pada akhirnya unggasnya mati juga,” kata Bambang.
Namun berdasar fakta ini, Bambang yakin jika temulawak berpotensi menyembuhkan penyakit flu burung. Ia mengaku tengah memperdalam penelitiannya.
Dituturkan Bambang, temulawak sebaiknya dikombinasikan dengan tanaman herbal yang lain. Tanaman itu seperti temu ireng, meniran, dan sambiloto.”Sebaiknya memang dikombinasikan,” ujarnya.
Temulawak merupakan bahan yang bersifat imuno stimula. Cara kerja temulawak dengan memperkuat sistem antibodi tubuh makhluk hidup. Dari hasil penelitiannya, Bambang yakin temulawak berpotensi menyembuhkan penyakit flu burung.”Tapi sekarang diuji dulu ke hewan,” ungkapnya.
Meskipun berpotensi mengendalikan pertumbuhan virus, Bambang mengingatkan agar temulawak jangan dianggap sebagai obat paling sakti. Saat ini Bambang tengah berusaha mematenkan penemuannya ini. Ia yakin masih banyak tanaman herbal lain asli Indonesia yang khasiatnya belum terungkap. [ndis/tn]
| < Prev | Next > |
|---|

